Penelitian ini dilatar belakangi dari kurangnya penggunaan modul di SMP Negeri 5 Botomuzoi, kurangnya respon peserta didik dalam pembelajaran sehingga kurang aktif menjawab pertanyaan dari guru, dan pembelajaran berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis contextual teaching and learning pada mata pelajaran IPA kelas VIII yang layak secara empiris. Kelayakan modul diperoleh melalui validasi ahli materi dan guru untuk menilai kelayakan isi dan materi modul, ahli bahasa untuk menilai kelayakan penyajian modul, ahli desain untuk menilai kelayakan desain modul, kepraktisan peserta didik dan efektivitas modul dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Namun pada penelitian ini tahap evaluation tidak dilakukan. Prosedur pengembangan dimulai dari tahap; (1) analisis masalah, (2) perancangan modul, (3) validasi dan uji coba modul. Instrument yang digunakan adalah lembar penilaian kelayakan modul, angket respon untuk peserta didik dan efektivitas modul. Data validasi dan angket kepraktisan modul telah peroleh dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kelayakan modul IPA SMP kelas VIII berbasis contextual teaching and learning yang telah dikembangkan dan dinilai oleh ahli materi, ahli bahasa, ahli desain mencapai skor 4,0 (sangat layak). Kepraktisan modul berbasis contextual teaching and learning yang telah dikembangkan menurut penilaian peserta didik pada uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil dan uji lapangan mencapai tingkat presentase 100% (sangat praktis). Dan Efektivitas modul IPA berbasis contextual teaching and learning mencapai presentase 85% (sangat efektif)
Copyrights © 2023