Pelestarian kawasan cagar budaya di perkotaan memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor guna menjaga keberlanjutan nilai sejarah, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini mengkaji pelestarian Kota Lama Semarang sebagai kawasan heritage melalui pendekatan urban heritage tourism berbasis model Pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku bisnis, dan media. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masing-masing pemangku kepentingan saling terkait secara dinamis: pemerintah sebagai regulator, komunitas sebagai penjaga nilai lokal, akademisi se-bagai penyedia kajian kebijakan, pelaku usaha sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis heritage, dan media sebagai penyebar informasi serta pembentuk opini publik. Sinergi antarpihak terbukti memperkuat pelestarian fisik dan sosial kawasan, meskipun masih dijumpai tantangan berupa lemahnya koordinasi kelembagaan dan partisipasi yang belum merata. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kolabo-ratif berbasis Pentahelix berpotensi meningkatkan efektivitas pelestarian cagar bu-daya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kota Lama Semarang.
Copyrights © 2025