Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fasilitator dalam mendampingi masyarakat pada program pemberdayaan berbasis Posdaya di desa-desa binaan PT. Vale Indonesia Tbk di Blok Bahodopi, Kabupaten Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Lokasi penelitian ditetapkan secara purposif pada enam desa di empat kecamatan, mempertimbangkan desa yang dinilai berhasil maupun gagal. Hasil penelitian menunjukkan peran fasilitator sangat menentukan keberhasilan program. Tahapan pendampingan meliputi sosialisasi program, pembentukan kelembagaan Posdaya, kajian masalah dan harapan, penyusunan rencana usaha kelompok, analisis usaha, serta pendampingan berkelanjutan. Keberhasilan juga dipengaruhi dukungan pemerintah desa, partisipasi masyarakat, kondisi alam, pengetahuan anggota kelompok, dan kesiapan menghadapi hambatan seperti hama atau penyakit ternak. Empat desa dinilai berhasil (Desa Ganda-Ganda, Tamainusi, Ululere, dan Bahomakmur), sementara dua desa gagal (Bahomotefe gagal total akibat penolakan pemerintah desa, dan Siumbatu gagal pada pengembangan pasar desa karena kurangnya dukungan pemerintah). Penelitian merekomendasikan pentingnya mempertahankan dukungan masyarakat, memperkuat kapasitas fasilitator melalui pelatihan dan pertemuan rutin, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah desa untuk keberlanjutan program.
Copyrights © 2025