Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memberikan gambaran lengkap dan mendalam tentang konflik laten antar kelompok masyarakat di Kelurahan Kayumalue Ngapa dan Panau Tawaeli, Kota Palu. Unit analisis penelitian mencakup masyarakat yang terlibat maupun yang tidak terlibat dalam konflik horizontal di kedua kelurahan tersebut. Teknik pengambilan data menggunakan metode snowball sampling dengan informan yang dipilih dari tokoh masyarakat setempat yang memahami kronologi permasalahan dan sejarah konflik di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab konflik antara masyarakat Kayumalue dan Tawaeli meliputi: (1) faktor sejarah, yakni konflik yang sudah terjadi sejak masa kolonial Belanda; (2) permasalahan tapal batas; (3) konsumsi minuman keras di kalangan pemuda yang memicu konflik terbuka; dan (4) keterbatasan lapangan kerja serta rendahnya tingkat kesibukan akibat kurangnya aktivitas produktif. Dampak konflik terhadap kehidupan sosial masyarakat Kayumalue dan Tawaeli terdiri atas dampak negatif dan positif. Dampak negatif meliputi: (a) tumbuhnya rasa saling dendam antarkelompok, dan (b) pengaruh negatif terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Sementara itu, dampak positif yang muncul antara lain: (a) meningkatnya solidaritas internal dalam masing-masing kelompok masyarakat, dan (b) tumbuhnya kreativitas pada masing-masing kelompok.
Copyrights © 2025