Penelitian ini membahas marginalisasi budaya lokal di Dataran Lindu yang terjadi akibat arus globalisasi dan masuknya para migran. Kondisi tersebut diibaratkan masyarakat berada dalam “belantara tanpa kompas”, yakni memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan budaya namun kehilangan arah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Lokasi penelitian adalah Dataran Lindu, dengan fokus pada masyarakat yang mengalami perubahan sosial dan budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk keperluan triangulasi data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi dan kehadiran pendatang membawa perubahan signifikan pada masyarakat Lindu, baik positif maupun negatif. Di sisi negatif, peran lembaga adat melemah, dan muncul praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan adat. Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan terjadi pembukaan lahan besar-besaran untuk pertanian yang berpotensi memicu bencana banjir. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan adat melalui kegiatan gladi, simulasi, serta pelaksanaan search conference (Molibu) di tingkat kabupaten atau provinsi.
Copyrights © 2025