Ketersediaan bahan ajar dalam pembelajaran mutlak diperlukan. Hal tersebut karena dalam bahan ajar terdapat informasi terkait materi pembelajaran yang akan dilakukan. Perlunya bahan ajar yang representative khusus untuk ekstrakurikuler tari mondotambe melatarbelakangi penelitian R&D ini untuk mengembangkan bahan ajar tari mondotambe di SD Negeri 2 Basala, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan bahan ajar seni tari mondotambe. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R & D) model Borg dan Gall, dengan mengikuti 7 langkah pengembangan meliputi (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba, produk, (7) revisi produk. Hasil validasi media diperoleh nilai rata-rata yaitu 86,66% dengan kategori “sangat layak”, validasi materi diperoleh nilai rata-rata yaitu 92% dengan kategori “sangat layak”, dan validasi bahasa diperoleh nilai rata-rata yaitu 91,67% dengan kategori “sangat layak”. Hasil penilaian pendidik diperoleh nilai rata-rata yaitu 82,81% dengan kategori “sangat layak”, sementara itu respon peserta didik dari uji coba kelompok besar diperoleh nilai rata-rata 92,15% dengan kategori “sangat layak”. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan untuk mengefektifkan kegiatan belajar ekstrakulikuler seni tari mondotambe, hal ini berdasarkan respon dari pendidik dan peserta didik yang menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat layak digunakan.
Copyrights © 2024