cover
Contact Name
Andi Muh. Ruum Sya'baan
Contact Email
andimruum@uho.ac.id
Phone
+6285137390704
Journal Mail Official
jpsbuho@gmail.com
Editorial Address
Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPSB
ISSN : -     EISSN : 25024191     DOI : https://ruangsenibudaya.com/index.php/jpsb
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, dan studi empiris di bidang pendidikan dan pembelajaran seni dan budaya, termasuk kajian mendalam tentang pertunjukan tradisi. Ruang lingkup jurnal meliputi pendidikan seni dan budaya, strategi dan model pembelajaran seni, pengembangan kurikulum, media dan teknologi pembelajaran, evaluasi dan asesmen, pendidikan karakter berbasis seni, serta kajian, dokumentasi, revitalisasi, dan transformasi pertunjukan tradisi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya dan kearifan lokal dalam konteks pendidikan.Jurnal ini berkomitmen menerbitkan karya ilmiah yang orisinal, bermutu, dan berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan pembelajaran seni dan budaya serta pelestarian seni pertunjukan tradisional di tingkat nasional maupun internasional.
Articles 17 Documents
KEMAMPUAN SISWA SDN 2 WOLASI DALAM MENGHASILKAN KARYA SENI DARI BAHAN ANORGANIK Lusi Ariati; La Ino; La Ode Sahidin
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/gefv7265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menghasilkan karya seni dari bahan anorganik (2) untuk mengetahui karya seni yang dapat dibuat dari bahan anorganik (3) untuk mengetahui hambatan yang diperoleh siswa dalam pengolahan bahan anorganik menjadi karya seni di SDN 2 Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa kelas 6 SDN 2 Wolasi memiliki kemampuan yang yang cukup tinggi dalam menghasilkan karya seni dari bahan anorganik. Siswa menunjukkan kemampuan untuk menggabungkan berbagai bentuk, warna, dan tekstur bahan anorganik dengan cara yang inovatif dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan anorganik dalam pembuatan karya seni dapat menjadi sarana yang efektif bagi siswa dalam berkarya. Selain siswa memiliki kemapuan dalam membuat karya seni, siswa juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dalam memotong, melipat, dan menyusun sampah anorganik menjadi karya seni yang diinginkan. Mereka juga dapat mengembangkan kemampuan dalam menggunakan alat-alat yang diperlukan dalam proses pembuatan kerajinan. Siswa SDN 2 Wolasi dapat memanfaatkan bahan anorganik menjadi kerajinan tangan berupa bunga yang terbuat dari aneka botol bekas, tempat minuman dan hiasan gorden dari berbagai gelas-gelas minuman bekas dan Tas serta anyaman tikar yang terbuat dari berbagai plastic pembungkus makanan dan minuman.Faktor-faktor yang dapat menghambat kemapuan siswa dalam membuat kerajinan tangan dari bahan anorganik di SDN 2 Wolasi meliputi; (1) Kurangnya pengetahuan cara membuat karya seni dari bahan anorganik, (2) Siswa takut kotor, (3) kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, (4) Motivasi dan keterampilan, (5) tenaga Pendidik yang kurang kompeten di bidangnya
PEMBELAJARAN SENI KRIYA ANYAM O BORU PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 WAWOTOBI KABUPATEN KONAWE Leni Rahman; La Yani Konisi; Sumiman Udu
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/zh5pm196

Abstract

Pembelajaran seni kriya di sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Salah satu bentuk kriya tradisional yang memiliki nilai estetika dan fungsi budaya adalah anyaman O Boru yang berkembang dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Konawe. Integrasi kerajinan tradisional dalam pembelajaran seni budaya di sekolah menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kearifan lokal kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran seni kriya anyam O Boru pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Wawotobi Kabupaten Konawe serta menggambarkan keterlibatan siswa dan hasil karya yang dihasilkan dalam proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru mata pelajaran seni budaya serta siswa kelas XI IPA sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni kriya anyam O Boru dilaksanakan melalui tahapan pengenalan materi, demonstrasi teknik menganyam, praktik pembuatan karya, serta evaluasi hasil karya siswa. Keterlibatan siswa dalam kegiatan praktik menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menganyam, meskipun tingkat kerapian dan konsistensi pola masih bervariasi. Pembelajaran ini juga memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami nilai budaya yang terkandung dalam kerajinan tradisional. Dengan demikian, pembelajaran seni kriya berbasis kearifan lokal berkontribusi dalam mengembangkan kreativitas siswa sekaligus memperkuat kesadaran budaya di lingkungan sekolah.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI KOLASE DAUN KERING PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PALANGGA Nurtiatin; I Ketut Suardika; Amirudin
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/h07dvc15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran seni kolase daun kering yang dapat meningkatkan hasil belajar SBdP pada siswa kelas IV SDN 1 Palangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yang dilakukan di dalam kelas, atau penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Desain penelitian tindakan kelas pada penelitian ini mengacu rancangan model Kemmis & Taggart, dimana masing-masing siklus pada penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu, (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran seni kolase daun kering dapat meningkatkan hasil belajar SBdP siswa. Peningkatan tesebut dapat dilihat dengan membandingkan antara siklus pertama dan siklus kedua. Pada siklus pertama dan siklus kedua pembelajaran yang telah dilakukan, diperoleh peningkatan hasil belajar sebesar 50%, peningkatan tersebut diperoleh dari hasil pencapaian evaluasi pada siklus siklus pertama 31.25% dan siklus kedua 81.25%. hasil dari pembelajaran siklus kedua menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut tuntas, 65% dari siswa yang melakukan pembelajaran tersebut mendapatkan nilai melebihi KKM. Terjadi peningkatan kemampuan belajar siswa dalam membuat karya kolase daun kering pada pelajaran SBdP sebesar 41%, peningkatan keaktifan belajar siswa diperoleh dari observasi yang dilakukan dari siklus pertama 49% dan siklus kedua 90%.
SENI KRIYA BERBAHAN SAMPAH PLASTIK PADA SISWA KELAS IV SDN 6 PALANGGA DESA KAPU JAYA KABUPATEN KONAWE SELATAN Rasmiati Taha; Haerun Ana; Irianto Ibrahim
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/x2zz4578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi seni kriya berbahan sampah plastik pada siswa kelas IV di SDN 6 Palangga, Desa Kapu Jaya, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui kegiatan seni kriya yang melibatkan proses kreatifitas dan kerjasama dalam merancang dan membuat produk seni dari sampah plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Partisipan penelitian terdiri dari 8 siswa kelas IV yang terpilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan seni kriya berbahan sampah plastik, siswa berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Selain itu, siswa juga mengembangkan kreativitas mereka dalam merancang dan membuat produk seni yang unik dan fungsional dari sampah plastik. Dalam kesimpulan, seni kriya berbahan sampah plastik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kreativitas siswa dalam mengelola sampah plastik. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada sekolah-sekolah lain untuk mengimplementasikan kegiatan seni kriya berbahan sampah plastik dalam kurikulum mereka guna mengedukasi siswa tentang pentingnya pelestarian lingkungan.
PENGARUH PENGGUNAAN YOUTUBE TERHADAP KETERAMPILAN MENARI SISWA KELAS VI SDN 2 LAINEA KONAWE SELATAN Ratih Anjar Wilujeng; Irianto Ibrahim; M. Yazid A.R.G
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/axpeyx51

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami sejauh mana penggunaan YouTube dapat berperan dalam meningkatkan keterampilan menari siswa. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis kuantitatif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik yang relevan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para pendidik dalam pengembangan kurikulum di bidang seni tari serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat penggunaan YouTube dalam meningkatkan keterampilan menari siswa kelas VI di SDN 2 Lainea Konawe Selatan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan YouTube secara efektif dapat memperluas aksesibilitas terhadap materi-materi menari yang bervariasi, memfasilitasi pembelajaran mandiri, dan memperkaya pengalaman siswa melalui video tutorial, pertunjukan tari, dan penampilan profesional. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti tantangan yang mungkin dihadapi dalam penggunaan YouTube, seperti kurangnya pengawasan dan penilaian yang tepat terhadap keterampilan yang dikembangkan.
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DAN KREATIVITAS DENGAN HASIL BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 KENDARI Amalia Putri Haris; Salwiah; Irianto Ibrahim
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/884tk972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan minat belajar dan kreativitas dengan hasil belajar seni tari siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Data penelitiaan dikumpulkan melalui teknik pemberian angket dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan uji korelasi linear sederhana dan korelasi linear berganda. Hasil penelitian ini menujukkan: (1) Deskripsi minat belajar, kreativitas, dan hasil belajar seni tari siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kendari menunjukkan tingkat minat belajar dikategorikan tinggi dengan persentase 56,76%; tingkat kreativitas dikategorikan sedang dengan persentase 62,2%; dan tingkat hasil belajar seni tari dikategorikan cukup dengan persentase 64,9%. (2) Ada hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar seni tari siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kendari dengan arah hubungan bersifat positif atau searah. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi atau rhitung sebesar 0,625 rtabel 0,3246 pada taraf Sig. 2 Tailed = 0,000 α = 0,05. (3) Ada hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan hasil belajar seni tari siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kendari dengan arah hubungan bersifat positif atau searah. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi atau rhitung sebesar 0,830 rtabel 0,3246 pada taraf Sig. 2 Tailed = 0,000 α = 0,05. (4) Ada hubungan yang signifikan antara minat belajar dan kreativitas secara simultan dengan hasil belajar seni tari siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kendari dengan arah hubungan bersifat positif atau searah. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi atau rhitung sebesar0,837 rtabel 0,3246 pada taraf Sig. F Change = 0,000 α = 0,05.
PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI MELALUI MEDIA TANAH LIAT PADA SISWA SDN 8 PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN Ida Indriyani
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/8ebs4f83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji proses pembelajaran tiga dimensi menggunakan media tanah liat pada pembuatan vas bunga, asbak dan cobek-cobek, (2) mengkaji bentuk karya yang dihasilkan pada pembelajaran tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tiga dimensi melalui media tanah liat pada siswa SDN 8 Palangga meliputi proses persiapan dan proses berkarya. Proses persiapan terdiri dari pembuatan program tahunan, program semester, RPP dan silabus. Proses berkarya dimulai dari penyiapan alat dan bahan kemudian dilanjutkan dengan proses berkaya tiga dimensi dan tahap terakhir yaitu menilai hasil karya siswa. Proses berkarya Seni tiga dimensi dengan menggunakan bahan tanah liat pada Siswa Kelas 2 SDN 8 Palangga. Siswa terlebih dahulu menyediakan alat dan bahan digunakan dalam membuat karya seni 3 dimensi, membuat adonan tanah liat agar mudah dibentuk menjadi karya 3 dimensi yang diiginkan, proses pembuatan karya seni tiga dimensi menggunakan tanah liat dilakukan berdasarkan arahan dari guru dengan tema karya yang telah ditentukan. Bentuk-bentuk karya Seni 3 dimensi yang dihasilkan menggunakan bahan tanah liat pada Siswa Kelas 2 SDN 8 Palangga sangat bervariasi, hal ini menunjukan bahwa siswa kelas 2 memiliki ide atau kreatifitas yang cukup bagus sehingga menghasilkan bermacam-macam bentuk karya seni berupa vas bunga, asbak dan cobe-cobe Hasil penilaian pembelajaran karya tiga dimensi menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai dengan kategori sangat baik yaitu sebanyak 3 orang siswa atau sebesar 20%, yang memperoleh nilai dengan kategori baik sebanyak 7 orang siswa sebesar 47%, yang memperoleh nilai dengan kategori cukup sebanyak 5 orang atau sebesar 33%. Pada penelitian ini tidak ditemukan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang. Faktor penghambat dalam penelitian ini adalah siswa tidak mampu untuk mengolah tanah liat menjadi sebuah karya seni di daerah tempat tinggal mereka di Kelurahan Palangga, selain itu faktor penghambat lainnya adalah tidak adanya guru khusus seni di SDN 8 Palangga terutama untuk kelas 2 sehingga guru seni budaya di sekolah tersebut adalah guru dari mata pelajaran umum.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENGGAMBAR DEKORASI PADA SISWA KELAS 3 SDN 15 PALANGGA Indah Rysdawathy Supu
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/aqj56785

Abstract

Menggambar merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak. Salah satu bentuk kegiatan menggambar yang dapat dilakukan adalah menggambar dekorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran menggambar dekorasi pada siswa kelas 3 SDN 15 Palangga. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan metode ceramah dan demonstrasi untuk memberikan materi tentang menggambar dekorasi. Pembelajaran menggambar dekorasi dimulai dari perencanaan, pelakasanaan sampai dengan penilaian hasil belajar. Selama proses pembelajaran, siswa tampak antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Namun, terdapat beberapa siswa yang kesulitan dalam menggambar dan membutuhkan bimbingan tambahan dari guru. Kesimpulannya, pembelajaran menggambar dekorasi pada siswa kelas 3 SDN 15 Palangga telah dilaksanakan dengan baik dan siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran.
PENGGUNAAN MEDIA YOUTUBE DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 01 BOMBANA Karlina; Amirudin; La Ili
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/295mdj41

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran seni tari di SMKN 01 Bombana. 2). Untuk mendeskripsikan penggunaan media youtube dalam pembelajaran seni tari di SMKN 01 Bombana. 3). Untuk menemukan faktor apa saja yang menghambat dan mendukung proses pembelajaran seni tari melalui penggunaan media youtube SMKN 01 Bombana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini di laksanakan di SMKN 01 Bombana selama 3 bulan terhitung dari April-Juni 2023. Sumber data dalam penelitian ini di perolah oleh guru seni budaya dan siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian deskriptif kualitatif yang berjudul “Penggunaan Media Youtube Dalam Pembelajaran Seni Tari Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 01 Bombana” dapat disimpulkan bahwa 1) Proses pembelajaran seni tari menggunakan youtube di SMKN 01 Bombana berlangsung dengan baik, kondusif dan terencana, siswa antusias dalam pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran. 2) Penggunaan youtube sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan minat dan keterampilan siswa siswi SMKN 01 Bombana, penggunaan youtube sebagai media pembelajaran juga memberikan dampak pada proses pembelajaran seni tari dan mempengaruhi minat siswa untuk mempelajari seni tari menggunakan media youtube. Dengan penggunaan media youtube pembelajaran lebih menyenangkan, menarik, tidak monoton sehingga peserta didik lebih memperhatikan dan bersemangat saat pembelajaran. Penggunaan media youtube disambut baik dan siswa sangat antusias menerima pelajaran. 3) Faktor yang menghambat dan mendukung proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal, faktor internal meliputi: faktor intelegensi atau kecerdasaan, faktor perhatian siswa, dan faktor bakat. Faktor eksternal meliputi: faktor sekolah dan faktor masyarakat. Faktor sekolah seperti sarana dan prasarana, gedung sekolah. sedangkan faktor masyarakat seperti teman bergaul.
PERGESERAN SENI BELA DIRI EWA WUNA DI KELURAHAN WASOLANGKA Kismon Enanto
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/hkq4r282

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk menganalisis pergeseran seni bela diri Ewa Wuna di Kelurahan Wasolangka. 2) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pergeseran seni bela diri Ewa Wuna di Kelurahan Wasolangka. 3) Untuk menjelaskan relevansi seni bela diri Ewa Wuna pada pendidikan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini di laksanakan di Kabupaten Muna, Kecamatan Parigi selama 3 bulan terhitung dari Mei-Juli 2023. Sumber data dalam penelitian ini di peroleh masyarakat setempat, guru karate, guru taekwondo, dan guru seni bela diri ewa wuna. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Bentuk pergeseran seni bela diri ewa wuna di kelurahan Wasolangka dilihat dari segi bentuk pergeseran kavioli, bentuk pergeseran gerak, bentuk pergeseran dari segi pakaian dan aksesoris, dan bentuk pergeseran iringan musik gong dan gendang. 2) Faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran seni bela diri ewa wuna di kelurahan wasolangka di sebabkan masuknya seni bela diri karate dan seni bela diri taekwondo. Masuknya kedua seni bela diri ini mengakibatkan generasi muda saat ini kurang memiliki minat dalam mempelajari seni bela diri ewa wuna, mereka lebih memilih seni bela diri seperti karate atau taekwondo dengan alasan seni bela diri ini modern lebih menarik dibanding seni bela diri ewa wuna. Hal lain diakibatkan oleh tidak ikut sertaan pemerintah dalam melestarikan seni bela diri ewa wuna hal ini menjadi alasan, sebab keberhasilan pelestarian kesenian tradisional seni bela diri suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah dalam merumuskan program dan kebijakan yang nantinya akan dilaksanakan oleh aparat pemerintah daerah bersama kelompok-kelompok masyarakat. 3) Relevansi seni bela diri ewa wuna dalam pendidikan sekolah yaitu pada jenjang Pendidikan Sekolah Dasar dikelas III semester 2 (dua) pada tema 5 “Permainan Tradisional” dengan sub tema yaitu “ Olah raga Tradisional” dalam bidang PJOK. Juga dikelas V pada semester 1 (satu) yang termuat dalam tema “Indonesiaku, Bangsa yang Cintai Damai” dalam bidang PJOK. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama dikelas VII pada semester 1 (satu) materi pokok “Keterampilan Gerak Bela Diri Pencak Silat” pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani

Page 1 of 2 | Total Record : 17