Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa dalam teks naratif siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), (2) menganalisis faktor penyebab dominan terjadinya kesalahan, dan (3) merumuskan implikasi temuan terhadap desain modul remedial pembelajaran menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana. Data berupa 60 teks naratif siswa kelas VIII yang dikumpulkan melalui tugas menulis terstruktur. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan lembar analisis kesalahan, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi kesalahan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa paling dominan terdapat pada aspek kebahasaan, meliputi kesalahan ejaan (32%), penggunaan tanda baca (21%), struktur kalimat (18%), pilihan kata/diksi (15%), serta kohesi dan koherensi antarparagraf (14%). Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan kaidah bahasa Indonesia baku, rendahnya keterampilan menyunting, serta minimnya latihan menulis berbasis umpan balik terstruktur. Berdasarkan temuan tersebut, desain modul remedial disusun dengan pendekatan berbasis kesalahan (error-based learning) yang memuat latihan identifikasi kesalahan, revisi teks, penguatan kaidah, dan refleksi mandiri. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis kesalahan berbahasa memberikan dasar empiris yang kuat dalam merancang modul remedial yang lebih terarah, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan nyata siswa. Modul remedial yang dikembangkan berbasis temuan kesalahan aktual terbukti lebih efektif dalam meningkatkan ketepatan penggunaan kaidah bahasa dan kualitas struktur teks naratif siswa
Copyrights © 2025