Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan ekosistem pendidikan inklusif dalam mengimplementasikan kurikulum adaptif berbasis Artificial Intelligence (AI). Fokus kajian mencakup aspek kebijakan, kompetensi pendidik, infrastruktur teknologi, serta kesiapan peserta didik berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada beberapa satuan pendidikan inklusif. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola kesiapan dan tantangan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ekosistem pendidikan inklusif berada pada tahap kesiapan awal hingga menengah. Dari sisi kebijakan, terdapat dukungan normatif terhadap integrasi teknologi, namun belum diikuti dengan panduan teknis yang komprehensif. Kompetensi pendidik dalam memanfaatkan AI masih terbatas, khususnya dalam merancang pembelajaran adaptif berbasis data. Infrastruktur teknologi menunjukkan kesenjangan antar lembaga, terutama terkait akses perangkat dan konektivitas. Di sisi lain, penggunaan AI berpotensi meningkatkan personalisasi pembelajaran, aksesibilitas materi, serta pemantauan perkembangan peserta didik secara real-time. Tantangan utama meliputi keterbatasan literasi digital, isu etika penggunaan AI, serta kesiapan budaya organisasi sekolah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi kurikulum adaptif berbasis AI dalam pendidikan inklusif memerlukan penguatan pada aspek kebijakan operasional, peningkatan kapasitas pendidik, pemerataan infrastruktur, serta pengembangan kerangka etika dan tata kelola AI. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif yang adaptif dan berkelanjutan
Copyrights © 2025