Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Hybrid-Experiential Learning dalam meningkatkan keterampilan soft skills mahasiswa di era pasca-pandemi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan penguatan kompetensi non-teknis mahasiswa, seperti komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi, yang semakin penting dalam menghadapi perubahan pola pembelajaran dari daring ke luring maupun kombinasi keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan dua kelompok mahasiswa, yaitu kelompok eksperimen yang menerapkan model Hybrid-Experiential Learning dan kelompok kontrol dengan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan penilaian kinerja berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam aspek soft skills, terutama pada kemampuan komunikasi interpersonal, kerja tim, dan pemecahan masalah, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran hybrid dengan pendekatan pengalaman langsung mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, reflektif, dan kontekstual. Simpulan penelitian ini adalah bahwa model Hybrid-Experiential Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan soft skills mahasiswa serta relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam sistem pendidikan tinggi di era pasca-pandemi
Copyrights © 2026