Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kejadian dan mortalitas yang cukup tinggi. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Puskesmas Pembantu Klambir V Desa Kebun sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama menghadapi keterbatasan sumber daya medis sehingga pengambilan keputusan terhadap pasien DBD sering kali membutuhkan waktu lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu tenaga medis dalam menentukan tingkat keparahan pasien DBD berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium. Metode yang digunakan adalah Simple Additive Weighting (SAW) dengan kriteria trombosit, hematokrit, leukosit, dan gejala klinis pasien. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data rekam medis pasien DBD serta wawancara dengan tenaga medis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi 90% ketika dibandingkan dengan keputusan dokter. Sistem ini mampu memberikan rekomendasi yang cepat, objektif, dan membantu tenaga medis dalam menentukan tindakan, baik perawatan di puskesmas maupun rujukan ke rumah sakit. Dengan demikian, penerapan SPK ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Klambir V Desa Kebun, serta menurunkan risiko keterlambatan penanganan pasien DBD.
Copyrights © 2025