Tingginya timbulan sampah organik rumah tangga di wilayah pemukiman seringkali menjadi pemicu pencemaran lingkungan dan bau tidak sedap akibat pengelolaan yang buruk. Pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi perilaku masyarakat dalam mengelola limbah dapur menjadi produk serbaguna melalui pembuatan eco-enzyme. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi urgensi pengelolaan sampah, pelatihan teknis pembuatan eco-enzyme dengan rumus 1:3:10, serta pendampingan masa fermentasi selama 90 hari. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat secara signifikan mengenai pengolahan sampah organik serta diperolehnya produk cairan pembersih alami yang higienis. Temuan penting dalam kegiatan ini adalah penggunaan limbah kulit buah tertentu mampu mempercepat stabilitas tingkat keasaman (pH) larutan. Simpulan dari pengabdian ini adalah pengolahan eco-enzyme sangat efektif untuk menekan volume sampah yang dibuang ke TPA sekaligus mendukung terciptanya kemandirian desa dalam memproduksi bahan pembersih ramah lingkungan.
Copyrights © 2026