Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi bioetanol generasi kedua dari selulosa limbah pertanian menggunakan konsorsium mikroba termofilik. Metode yang digunakan meliputi pretreatment bahan lignoselulosa secara kimia dan fisik, diikuti dengan proses hidrolisis enzimatik dan fermentasi simultan menggunakan konsorsium mikroba termofilik. Variasi parameter proses seperti suhu, pH, dan waktu fermentasi dioptimalkan untuk memperoleh hasil bioetanol maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsorsium mikroba termofilik mampu meningkatkan efisiensi konversi selulosa menjadi bioetanol dibandingkan dengan penggunaan mikroba tunggal. Kondisi optimum diperoleh pada suhu tinggi (50–60°C) dengan pH netral hingga sedikit asam, yang menghasilkan peningkatan rendemen bioetanol secara signifikan. Selain itu, proses ini menunjukkan potensi dalam mengurangi limbah pertanian sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, optimasi produksi bioetanol berbasis limbah lignoselulosa menggunakan konsorsium mikroba termofilik merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan untuk pengembangan bioenergi di masa depan.
Copyrights © 2026