Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter narapidana residivis dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi risiko pengulangan tindak pidana. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya angka residivisme yang menjadi tantangan dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Banyak program pembinaan belum mempertimbangkan latar belakang sosial, psikologis, dan lingkungan narapidana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Lapas Kelas IIA Jember. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Pembahasan didasarkan pada teori Differential Association dan Risk-Need-Responsivity (RNR) untuk memahami perilaku menyimpang dan respons pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan karakter residivis ditandai oleh lemahnya kontrol diri, trauma, dan keterbatasan pendidikan. Kesimpulannya pembinaan harus mempertimbangkan karakter individu dan kebutuhan spesifik. Oleh Karena itu, diperlukan intervensi berbasis keluarga serta pembinaan responsif untuk mencegah residivisme.
Copyrights © 2026