Penelitian ini membahas implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka mendukung reformasi birokrasi digital di Indonesia. Meskipun capaian Indeks SPBE Kementerian BUMN menunjukkan peningkatan signifikan dengan skor 4,41 pada tahun 2023, implementasi di tingkat internal BUMN masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Permasalahan utama mencakup rendahnya interoperabilitas sistem, fragmentasi data, keterbatasan SDM digital, lemahnya komitmen kepemimpinan, serta budaya organisasi yang belum mendukung transformasi digital. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan data sekunder untuk mengevaluasi faktor penghambat dan pendorong keberhasilan implementasi SPBE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan SPBE di lingkungan BUMN sangat ditentukan oleh integrasi teknologi, harmonisasi regulasi, penguatan tata kelola (good governance dan good corporate governance), serta kepemimpinan yang visioner. Studi ini merekomendasikan penguatan manajemen perubahan, peningkatan kapasitas SDM, percepatan integrasi sistem digital antar-BUMN, dan pembentukan ekosistem digital yang inklusif sebagai strategi keberlanjutan SPBE ke depan.
Copyrights © 2026