Abstrak: Rendahnya tingkat pendidikan dan keterbatasan keterampilan ekonomi di Desa Watukumpul, Kabupaten Pemalang, mendorong PKBM Sanggar 21 Watukumpul untuk menginisiasi program Edupreneurship berbasis proyek untuk memberdayakan peserta didik Paket C. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran Edupreneurship yang diterapkan dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan keterampilan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk memvalidasi data yang telah dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi . Berdasarkan temuan penelitian, metodologi pembelajaran diimplementasikan melalui pendekatan pembelajaran terpadu dalam empat tahap sistematis: sosialisasi, pembelajaran teori kewirausahaan, pengembangan produk berbasis potensi lokal, dan pendampingan intensif. Pendekatan ini berhasil meningkatkan kemampuan keras dan lunak peserta didik dan mengubah pola pikir kewirausahaan mereka. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dengan memperkaya pemahaman tentang mekanisme transformasional pendidikan kewirausahaan di lembaga nonformal di samping memberikan manfaat praktis dengan menyajikan model praktik terbaik bagi manajer PKBM Sanggar 21 dan lembaga sejenis dalam merancang program pemberdayaan yang relevan . Kata Kunci : Edupreneurship, PKBM, Pendidikan Nonformal, Kewirausahaan, Pemberdayaan Masyarakat Abstrak : Tingkat pendidikan yang rendah dan keterbatasan keterampilan ekonomi di Desa Watukumpul, Kabupaten Pemalang, mendorong PKBM Sanggar 21 Watukumpul untuk meluncurkan program Edupreneurship berbasis proyek guna memberdayakan peserta didik Paket C. Studi kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran Edupreneurship yang diterapkan dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan keterampilan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk memvalidasi data yang dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan temuan penelitian, metodologi pembelajaran diterapkan melalui pendekatan pembelajaran terintegrasi dalam empat tahap sistematis: sosialisasi, pembelajaran teori kewirausahaan, pengembangan produk berdasarkan potensi lokal, dan bimbingan intensif. Pendekatan ini berhasil meningkatkan keterampilan keras maupun lunak peserta didik serta mengubah pola pikir kewirausahaan mereka. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoritis dengan memperkaya pemahaman tentang mekanisme transformasional pendidikan kewirausahaan di lembaga nonformal, serta manfaat praktis dengan menyajikan model praktik terbaik bagi pengelola PKBM Sanggar 21 dan lembaga sejenis dalam merancang program pemberdayaan yang relevan. Kata kunci : Edupreneurship, PKBM, pendidikan nonformal, kewirausahaan, pemberdayaan komunitas
Copyrights © 2026