Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola asuh strict parents atau otoriter terhadap perilaku berontak pada mahasiswa berdasarkan teori Baumrind. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah mahasiswa yang memiliki latar belakang pengalaman diasuh dengan pola pengasuhan yang ketat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh strict parents ditandai dengan kontrol tinggi, aturan yang ketat, komunikasi satu arah, dan penggunaan hukuman sebagai bentuk pengendalian perilaku. Mahasiswa yang mengalami pola asuh tersebut cenderung merasa tertekan, kurang bebas mengekspresikan diri, dan menunjukkan perilaku berontak seperti berbohong, melanggar aturan kecil, atau bersikap pasif-agresif. Selain itu, hubungan emosional antara anak dan orang tua menjadi berjarak akibat minimnya kehangatan dan empati. Berdasarkan teori Baumrind, kondisi ini mencerminkan ciri khas pola asuh otoriter yang menekankan kepatuhan tanpa memberikan ruang negosiasi, sehingga berpotensi memunculkan konflik batin dan perilaku resistif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi orang tua dan pendidik untuk menerapkan pola asuh yang lebih seimbang antara disiplin dan kasih sayang guna membentuk hubungan sehat antara orang tua anak.
Copyrights © 2026