Penelitian ini bertujuan menggambarkan regulasi emosi dalam penyelesaian masalah pada dewasa awal korban child abuse. Pengalaman kekerasan pada masa kanak-kanak berpotensi memengaruhi perkembangan emosional hingga dewasa, termasuk munculnya disregulasi emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari dua dewasa awal di Kota Palembang, yaitu MA dan VP, yang memiliki riwayat kekerasan fisik dari orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi kedua subjek cenderung belum adaptif. Berdasarkan aspek regulasi emosi menurut Gross, ditemukan kesulitan dalam strategi regulasi, pengendalian impuls, mempertahankan perilaku berorientasi tujuan, serta penerimaan emosi. MA cenderung mengarahkan emosi ke dalam diri, sedangkan VP lebih banyak menggunakan strategi penghindaran. Pola tersebut berdampak pada kurang efektifnya penyelesaian masalah pada dewasa awal korban child abuse.
Copyrights © 2026