Bisnis kafe di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, namun banyak pelaku usaha khususnya skala kecil-menengah menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola rantai pasok. Penelitian ini menganalisis penerapan manajemen rantai pasok dan dampaknya terhadap efisiensi operasional pada Philoskopia Café di Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan owner dan observasi langsung. Hasil penelitian mengungkapkan konfigurasi rantai pasok hybrid dimana Philoskopia Café menerapkan strategi multi-supplier yang terdiferensiasi dengan dua pemasok tetap untuk komoditas inti (Fatgoad.id untuk biji kopi dan Frezzo untuk bubuk minuman) dan pemasok lokal untuk bahan pendukung. Frekuensi pengiriman bulanan dan ketergantungan pada safety stock yang dikelola manual menimbulkan kerentanan terhadap stock-out. Analisis tiga aliran utama menunjukkan: (1) Aliran produk telah berjalan memadai namun terdapat titik kritis dalam sistem pengelolaan stok; (2) Aliran informasi mengalami dikotomi antara sistem digital untuk transaksi dan sistem manual untuk pencatatan stok, menciptakan gap informasi yang signifikan; (3) Aliran keuangan menunjukkan efisiensi melalui pemanfaatan diskon 10% dan pembayaran digital QRIS, namun terhambat oleh sentralisasi pengelolaan. Temuan kunci penelitian mengidentifikasi bahwa akar inefisiensi operasional terletak pada terbatasnya integrasi sistemik antar ketiga aliran rantai pasok.
Copyrights © 2026