Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Pet attachment dan Subjective well-being pada individu fase Emerging adulthood yang memelihara kucing. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya tekanan psikologis pada fase ini serta kebutuhan akan sumber dukungan emosional alternatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui skala Pet attachment serta Subjective well-being yang mencakup afek positif, afek negatif, dan kepuasan hidup. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara Pet attachment dan Subjective well-being (ρ = 0,413; p < 0,001). Pet attachment berkorelasi positif dengan afek positif (ρ = 0,319) dan kepuasan hidup (ρ = 0,392), serta negatif dengan afek negatif (ρ = -0,385; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan dengan kucing berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif, meskipun dalam kategori sedang.
Copyrights © 2026