Publish Date
30 Nov -0001
Pura Telaga Tista di Desa Adat Sibetan, Karangasem, Bali, merupakan situs suci yang memiliki nilai spiritual dan budaya tinggi bagi masyarakat Hindu Bali. Beji Telaga Tista, sebagai area pemandian tradisional yang berada di timur pura, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata rohani dan budaya. Namun, kondisi fisik yang kurang tertata dan minimnya fasilitas pendukung menyebabkan penurunan fungsi dan kenyamanan bagi pengunjung. Studi ini bertujuan untuk merumuskan desain penataan bangunan utama Beji Telaga Tista melalui pendekatan konservasi berbasis kearifan lokal, serta menyusun dokumen teknis berupa RAB, time schedule, dan metode pelaksanaan. Kegiatan diawali dengan site visit, survei eksisting menggunakan teknologi total station, RTK, dan drone, serta analisis SWOT untuk menentukan strategi pelaksanaan berbasis swadaya masyarakat. Desain penataan mencakup pemisahan gender di area pemandian, pengaturan koridor dan mobilitas pengunjung, serta optimalisasi pencahayaan dan estetika bangunan. Work Breakdown Structure dibagi ke dalam delapan area kerja dengan durasi total 69 hari kerja, menggunakan kombinasi tenaga kerja terampil dan tidak terampil, dengan penjadwalan berbasis metode Precedence Diagram Method (PDM) untuk efisiensi waktu dan sumberdaya. Analisis biaya menunjukkan total anggaran sebesar Rp 214.867.715,00, dengan alokasi terbesar pada penataan koridor pemandian (24,03%) karena kondisi eksisting yang tidak layak. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, privasi, dan nilai spiritual kawasan Beji Telaga Tista. Disarankan agar pelaksanaan pekerjaan melibatkan tenaga lokal dan memperhatikan batasan area suci sesuai awig-awig setempat, guna menjaga keberlanjutan dan integritas budaya dalam proses revitalisasi kawasan.
Copyrights © 0000