Rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas V SDN Bungurasih menjadi permasalahan utama dalam proses pembelajaran, ditandai dengan rata-rata kemampuan awal siswa yang hanya mampu menyebutkan sekitar tujuh kosakata. Kondisi ini dipengaruhi oleh penggunaan metode konvensional berbasis Lembar Kerja Siswa (LKS) yang kurang mendorong partisipasi aktif dan menimbulkan kebosanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi kosakata melalui pendampingan pembelajaran berbasis fun learning. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu observasi dan pre-test, penerapan pembelajaran interaktif (permainan edukatif, media visual-audiovisual berbasis YouTube, serta Game Comparative Adjective), dan evaluasi melalui post-test. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan afektif. Secara kognitif, siswa mampu menambah kosakata serta menyusun kalimat deskriptif dan perbandingan sederhana dengan lebih tepat. Secara afektif, terjadi peningkatan motivasi, keaktifan, dan rasa percaya diri siswa. Pengabdian ini berkontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran inovatif di sekolah dasar dengan menegaskan bahwa integrasi media interaktif dan pendekatan menyenangkan efektif mendukung pembelajaran bermakna (deep learning) dalam implementasi Kurikulum Merdeka
Copyrights © 2026