Kegiatan pengabdian edukasi dan pemberdayaan anak-anak dari keluarga dengan gangguan jiwa ini muncul dari tingginya prevalensi gangguan jiwa di daerah Wewewa, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, di mana anak-anak dari keluarga terdampak menghadapi stigma budaya, keterbatasan akses pendidikan, dan resiko kemiskinan struktural. Prevalensi gangguan jiwa di NTT pada anak dari keluarga dengan gangguan jiwa di daerah Wewewa rentan putus sekolah dan dapat berdampak pada ketidakpastian masa depan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan literasi kesehatan mental anak-anak, membekali keterampilan memahami kondisi orang dengan kondisi gangguan jiwa, serta mengurangi stigma untuk membangun resiliensi komunitas. Metode terdiri dari pendekatan community-based: (1) workshop edukasi kesehatan jiwa; (2) pemberian makanan tambahan bagi ibu; (3) pemnatauan dan evaluasi; serta (4) penguatan kemitraan, dan advokasi kebijakan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, dan reduksi stigma terhadap anak atau keluarga dengan gangguan jiwa (skala self-esteem). Rekomendasi meliputi pengintegrasian program ke posyandu desa, kerjasama dengan Dinas Sosial Sumba Barat Daya untuk skalabilitas, pelatihan berkelanjutan bagi kader lokal, serta penelitian follow-up dampak jangka panjang guna replikasi di berbagai lokasi lainnya
Copyrights © 2026