Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran perpustakaan perguruan tinggi dalam membentuk identitas akademik mahasiswa Generasi Z. Generasi ini memiliki karakteristik sebagai digital native yang menuntut fleksibilitas, konektivitas, dan pengalaman belajar yang interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam memaknai perpustakaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang ketiga (third place) yang mendukung interaksi sosial, kolaborasi, dan pengembangan diri. Elemen seperti desain interior modern, fasilitas teknologi, serta keberadaan library café meningkatkan keterikatan emosional (place attachment) mahasiswa terhadap perpustakaan. Keterikatan ini memperkuat identitas akademik mahasiswa melalui internalisasi nilai-nilai intelektual dalam konsep diri mereka. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan konsep modern reading hub sebagai strategi pengelolaan perpustakaan yang adaptif terhadap kebutuhan Generasi Z.
Copyrights © 2026