Kesenjangan antara formalisme matematis dan interpretasi fisik masih menjadi tantangan dalam pembelajaran mekanika Newton di sekolah menengah. Siswa sering mampu memanipulasi persamaan seperti F = ma, namun belum memahami bagaimana persamaan tersebut merepresentasikan proses fisik yang dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan kerangka konseptual (conceptual framework development) berbasis analisis literatur dalam penelitian pendidikan fisika berbasis disiplin. Penelitian ini mengusulkan kerangka computational modeling yang merekonseptualisasikan hukum kedua Newton sebagai proses yang dapat dieksekusi melalui simulasi berbasis Python. Berlandaskan penelitian pendidikan fisika berbasis disiplin, teori koherensi representasional, dan computational thinking, kerangka ini mentransformasikan persamaan simbolik menjadi aturan pembaruan numerik iteratif yang menghasilkan gerak secara dinamis. Model ini mengintegrasikan dekomposisi konseptual, formalisasi matematis, translasi algoritmik, implementasi simulasi, dan visualisasi reflektif, sehingga memposisikan komputasi sebagai jembatan representasional antara persamaan, grafik gerak, dan penalaran fisik. Ilustrasi skenario gaya konstan menunjukkan bagaimana simulasi dapat memperkuat keterkaitan antara representasi matematis dan perilaku fisik. Kerangka yang diusulkan memberikan kontribusi berupa model desain pembelajaran berbasis teori untuk mengintegrasikan praktik komputasional dalam pembelajaran fisika sekolah menengah, dengan potensi memperkuat koherensi konseptual dan mengurangi fragmentasi dalam pemahaman simbolik.
Copyrights © 2026