Dismenore merupakan masalah umum yang dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta menurunkan kualitas hidup. Remaja sering mengeluh nyeri saat haid dan khawatir hal ini merupakan penyakit yang serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengelola nyeri menstruasi melalui metode nonfarmakologis, yaitu teknik akupresure titik LI4, tanpa bantuan obat-obatan kimia. Kegiatan dilaksanakan di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan dengan melibatkan 20 remaja putri usia 15–18 tahun. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta Sebelum penyuluhan, sebagian besar remaja berada pada kategori kurang paham (50%), sementara setelah penyuluhan, jumlah tersebut menurun menjadi 10%. Sebaliknya, kategori sangat paham meningkat dari 25% menjadi 50%.Peserta mampu melakukan teknik akupresure LI4 dengan benar dan melaporkan penurunan intensitas nyeri haid. Teknik akupresure LI4 terbukti efektif menstimulasi saraf perifer, memicu pelepasan endorfin, dan menurunkan transmisi nyeri ke otak. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat terapeutik, tetapi juga memberdayakan remaja untuk mengelola kesehatan reproduksinya secara mandiri. Oleh karena itu, pelatihan akupresure perlu diintegrasikan dalam program promosi kesehatan remaja.
Copyrights © 2026