Permasalahan gizi pada anak, khususnya kekurangan asupan protein hewani dan rendahnya variasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), masih menjadi tantangan di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko stunting serta memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak. Selain itu, pemanfaatan potensi pangan lokal berupa ikan bandeng beserta limbahnya, seperti sisik dan tulang, belum optimal, sementara pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan lokal juga masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan inovasi nugget bandeng dan gummies bandeng sebagai PMT bergizi, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM desa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan model Research and Development (R&D) 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahapan kegiatan meliputi observasi potensi lokal, uji coba produk sebanyak lima kali, sosialisasi gizi, serta pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk memiliki tingkat penerimaan yang tinggi, dengan 92,3% peserta menyukai nugget bandeng dan 97,4% peserta menyukai gummies bandeng berdasarkan aspek rasa, tekstur, dan aroma. Selain itu, 92,3% peserta pelatihan menyatakan bahwa produk mudah dibuat dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan variasi PMT berbasis pangan lokal, tetapi juga mendukung prinsip zero waste melalui pemanfaatan limbah bandeng serta membuka peluang pengembangan UMKM kreatif di tingkat desa.
Copyrights © 2026