Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nugget dan gummies bandeng: solusi pemberian makanan tambahan bergizi, ketahanan pangan, UMKM Desa Kupang, Jabon Habibillah, Esa Rezki; Asyah, Thalia Aliyah Alare; Taayun, Raishatul Qurrotun; Alifiyah, Rifdah; Salsabilla, Avanda Salwa; Amalia, Savina Dwi; Thoyyibah, Riska Lailaturrohmah; Rahmah, Lidya Nabila; Irsyadi, Mochammad Jamilul; Rabbani, Auliyaur
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4506

Abstract

Permasalahan gizi pada anak, khususnya kekurangan asupan protein hewani dan rendahnya variasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), masih menjadi tantangan di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko stunting serta memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak. Selain itu, pemanfaatan potensi pangan lokal berupa ikan bandeng beserta limbahnya, seperti sisik dan tulang, belum optimal, sementara pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan lokal juga masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan inovasi nugget bandeng dan gummies bandeng sebagai PMT bergizi, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM desa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan model Research and Development (R&D) 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahapan kegiatan meliputi observasi potensi lokal, uji coba produk sebanyak lima kali, sosialisasi gizi, serta pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk memiliki tingkat penerimaan yang tinggi, dengan 92,3% peserta menyukai nugget bandeng dan 97,4% peserta menyukai gummies bandeng berdasarkan aspek rasa, tekstur, dan aroma. Selain itu, 92,3% peserta pelatihan menyatakan bahwa produk mudah dibuat dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan variasi PMT berbasis pangan lokal, tetapi juga mendukung prinsip zero waste melalui pemanfaatan limbah bandeng serta membuka peluang pengembangan UMKM kreatif di tingkat desa.
ANALISIS KESIAPAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI TANDA TANGAN ELEKTRONIK PASIEN PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA sulissetyaningrum, ivana; rabbani, auliyaur
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.926

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is an important part of digital transformation in healthcare services. However, several patient approval documents are still signed manually, causing inefficiency in paperless services. This study aimed to analyze the readiness and implementation strategies of patient electronic signatures on Electronic Medical Records at RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. This research used a descriptive quantitative method with the Normalization Process Theory (NPT) approach including coherence, cognitive participation, collective action, and reflexive monitoring variables. Data collection was conducted using questionnaires distributed to 84 respondents consisting of health workers and related staff. The results showed that all variables were categorized as ready, with average scores of coherence 4.0437, cognitive participation 4.0357, collective action 4.0125, and reflexive monitoring 4.1190. The main obstacle was identified in the skill set workability aspect related to technical staff skills in assisting patients with digital devices. The priority implementation strategy was strengthening data security and system legality with an average score of 4.2976. Other strategies included patient education, preparation of standard operating procedures, infrastructure provision, human resource training, and SIMRS integration. RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya was considered ready to implement patient electronic signatures gradually by considering aspects of security, legality, infrastructure, and human resource readiness.