Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan di Indonesia karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Keberhasilan upaya pencegahan dan penanganan stunting tidak terlepas dari kinerja petugas kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk variabel psikologis seperti persepsi, sikap, kepribadian, proses belajar, dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja petugas Puskesmas Abeli Kota Kendari dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting berdasarkan variabel psikologis tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap informan utama yang terdiri dari tenaga kesehatan serta informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi, sikap, kepribadian, dan proses belajar petugas berada pada kategori baik, yang tercermin dari pemahaman dan keterlibatan aktif dalam program stunting. Namun demikian, aspek motivasi masih menghadapi kendala yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, beban kerja, serta dukungan lingkungan yang belum optimal. Dengan demikian, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan motivasi kerja, serta dukungan institusional yang berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program penurunan stunting.
Copyrights © 2026