Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan plyometric dan fleksibilitas terhadap kinerja smash pada atlet sepak takraw. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model faktorial 2×2 (jenis latihan × tingkat fleksibilitas). Sebanyak 40 atlet sepak takraw (usia 17–22 tahun) dibagi menjadi 4 kelompok. Intervensi berlangsung selama 8 minggu, tiga kali seminggu. Variabel dependen meliputi kekuatan smash (kecepatan dan ketinggian), serta teknik smash yang dievaluasi menggunakan tes smash kedeng. Hasil menunjukkan: (a) latihan plyometrik secara signifikan meningkatkan kinerja smash dibandingkan dengan latihan beban; (b) atlet dengan fleksibilitas tinggi memperoleh manfaat lebih besar dari latihan plyometrik; (c) pada tingkat fleksibilitas yang lebih rendah, latihan beban memberikan perbaikan yang sedikit lebih baik dalam aspek teknis; (d) interaksi yang signifikan antara jenis latihan dan fleksibilitas ditemukan. Pelatih disarankan untuk mengintegrasikan latihan plyometrik bersama program fleksibilitas khusus dalam pengembangan atlet. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan menggabungkan aspek fisik (fleksibilitas) dan metode latihan dalam peningkatan kinerja sepak takraw.
Copyrights © 2026