Studi ini meneliti strategi linguistik yang digunakan untuk menyamarkan makna seksual melalui bahasa Bugis di TikTok dari perspektif linguistik forensik. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk linguistik, menganalisis strategi penyamaran, dan menafsirkan makna secara kontekstual. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan menggunakan percakapan TikTok yang dipilih secara sengaja yang berisi ekspresi Bugis dengan konotasi seksual implisit. Temuan menunjukkan bahwa makna seksual disampaikan secara tidak langsung melalui eufemisme, implikatur, penyempitan semantik, dan metafora, memungkinkan penutur untuk mengkomunikasikan makna sensitif tanpa ekspresi eksplisit. Praktik ini mencerminkan algospeak , di mana bahasa diadaptasi untuk menghindari moderasi sosial dan algoritmik sambil mempertahankan maksud komunikatif. Studi ini menyimpulkan bahwa Bugis berfungsi sebagai kode linguistik eksklusif untuk penyembunyian makna dan menyoroti pentingnya analisis kontekstual dan inferensial dalam linguistik forensik.
Copyrights © 2025