Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanaman nilai spiritual pada anak usia 4–5 tahun di SPS TP Sepetik Bunga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan anak didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penanaman nilai spiritual dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan bermain edukatif, penggunaan media pembelajaran, serta penciptaan lingkungan religius. Pembiasaan dilakukan melalui kegiatan rutin seperti berdoa, mengucapkan salam, dan bersikap sopan santun. Keteladanan guru menjadi faktor penting karena anak cenderung meniru perilaku yang diamati. Selain itu, penggunaan metode bermain dan media pembelajaran membantu anak memahami konsep spiritual yang abstrak secara lebih konkret dan menyenangkan. Penelitian ini juga menunjukkan adanya peningkatan perkembangan nilai spiritual anak, yang ditandai dengan kemampuan berdoa, sikap empati, perilaku berbagi, dan sopan santun. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta kerja sama dengan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain keterbatasan media pembelajaran dan perbedaan latar belakang keluarga anak. Dengan demikian, strategi penanaman nilai spiritual yang dilakukan secara holistik dan berkelanjutan terbukti efektif dalam membentuk karakter spiritual anak usia dini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik pembelajaran PAUD berbasis nilai spiritual yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Copyrights © 2026