Abstrak Kombucha telah dikenal sebagai minuman kesehatan karena mengandung senyawa bioaktif seperti asam organik, enzim, vitamin, flavonoid, asam amino, dan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Konsumsi kombucha diyakini dapat membantu menurunkan risiko penyakit degeneratif karena kemampuannya menetralisir radikal bebas. Inovasi pemanfaatan limbah seperti kulit buah naga sebagai bahan baku kombucha terus berkembang. Selain meningkatkan nilai gizi dan manfaat fungsional, langkah ini juga berkontribusi pada pengurangan limbah organik dan menciptakan nilai ekonomi. Kombucha dari kulit buah naga dapat menjadi produk minuman fungsional lokal yang bernilai komersial dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Sebanyak 50 orang kader kesehatan dengan rentang usia 30-50 tahun di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan limbah pangan lokal seperti kulit buah naga. Permasalahan mitra yang diidentifikasi mencakup kurangnya pengetahuan kader tentang manfaat kulit buah naga, belum adanya keterampilan membuat kombucha, dan belum dikenalnya potensi kulit buah naga sebagai bahan olahan kesehatan. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui pelatihan dan praktek langsung. Kegiatan pengabdian dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali yang diisi dengan pemberian materi tentang pemanfaatan limbah kulit buah naga, cara membuat minuman kesehatan kombucha dari kulit buah naga serta praktek pembuatan kombucha kulit buah naga. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata peserta PkM sebesar 49,52% dengan nilai rata-rata N-gain adalah 0,96 dan dikategorikan sebagai peningkatan tinggi (g ≥ 0,7). Peningkatan tersebut mengindikasikan keberhasilan implementasi program PkM yang diberikan. Kata kunci: kombucha; kulit buah naga; fermentasi; kader Kesehatan. Abstract Kombucha has been recognized as a health drink due to its bioactive compounds such as organic acids, enzymes, vitamins, flavonoids, amino acids, and phenolic compounds, which possess antioxidant and antimicrobial activity. Kombucha consumption is believed to help reduce the risk of degenerative diseases due to its ability to neutralize free radicals. Innovations in utilizing waste such as dragon fruit peel as a raw material for kombucha continue to develop. In addition to increasing nutritional value and functional benefits, this step also contributes to reducing organic waste and creating economic value. Kombucha made from dragon fruit peel can be a local functional beverage product with commercial value and supports environmental sustainability. Fifty health cadres aged 30-50 years in Sempalwadak Village, Bululawang District, Malang Regency, lack the knowledge and skills to process local food waste such as dragon fruit peel. Identified partner problems include a lack of knowledge about the benefits of dragon fruit peel, a lack of kombucha-making skills, and a lack of awareness of the potential of dragon fruit peel as a health ingredient. The objective of this community service program is to improve the knowledge and skills of health cadres through training and hands-on practice. Community service activities were carried out 3 (three) times, filled with providing material on the utilization of dragon fruit peel waste, how to make kombucha health drinks from dragon fruit peels, and the practice of making dragon fruit peel kombucha. The evaluation results showed an increase in the average knowledge of PkM participants by 49.52% with an average N-gain value of 0.96 and categorized as a high increase (g ≥ 0.7). This increase indicates the success of the implementation of the PkM program provided. Keywords: kombucha; pitaya peels; fermentation; health cadre
Copyrights © 2026