Penelitian ini menganalisis integrasi sektor perikanan lintas batas dalam penguatan ekonomi kawasan perbatasan Aruk. Fokus kajian mencakup potensi ekspor hasil tangkapan laut, pengembangan fasilitas cold storage sebagai infrastruktur logistik, serta sinergi perdagangan dengan Malaysia dalam kerangka ketahanan pangan regional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis kebijakan dan penguatan data sekunder dari laporan BPS, KKP, dan dokumen perdagangan lintas batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Aruk memiliki potensi besar sebagai simpul distribusi hasil perikanan Kalimantan Barat menuju pasar Malaysia, terutama wilayah Kuching dan Serian. Namun, keterbatasan cold chain system dan belum optimalnya koordinasi lintas lembaga menjadi hambatan struktural. Integrasi ekonomi perikanan lintas batas berpotensi memperkuat ketahanan pangan regional apabila didukung penguatan kelembagaan, investasi infrastruktur pendinginan, dan harmonisasi regulasi perdagangan bilateral Indonesia–Malaysia.
Copyrights © 2026