Artikel ini mengkaji relevansi dan efektivitas konseling berbasis mindfulness dalam menurunkan kecemasan pada mahasiswa melalui pendekatan tinjauan literatur naratif terstruktur. Sumber diperoleh dari berbagai basis data ilmiah dengan fokus publikasi tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi mindfulness secara konsisten mampu mengurangi kecemasan, stres, ruminasi, dan gejala depresi pada mahasiswa, terutama dalam format kelompok singkat, daring, maupun blended. Program tatap muka tetap efektif, namun format digital meningkatkan aksesibilitas dan menjawab hambatan pencarian bantuan psikologis. Mekanisme utama yang berkontribusi terhadap efektivitas meliputi peningkatan regulasi perhatian, penurunan ruminasi, penerimaan emosi, dan kesadaran diri. Meski demikian, variasi format intervensi, durasi tindak lanjut yang singkat, serta dominasi pengukuran self-report menjadi keterbatasan utama. Konseling berbasis mindfulness lebih tepat sebagai intervensi preventif dan dini di layanan kampus, bukan solusi tunggal untuk kasus klinis berat.
Copyrights © 2026