Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dan siswi kelas X di MAN 2 Lampung Utara masih tergolong rendah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) apakah penggunaan pendekatan RME dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa; (2) apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa dan siswi; serta (3) apakah terdapat keterkaitan antara pendekatan pembelajaran dan jenis kelamin terhadap kemampuan berpikir kritis. Studi ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan dua kelas sebagai sampel yang diambil melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas X.1 sebagai kelas percobaan dan X.3 sebagai kelas pembanding. Peneliti menggunakan dua soal berbentuk uraian sebagai instrumen tes. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X MAN 2 Lampung Utara tahun ajaran 2024/2025. Analisis data dilakukan menggunakan ANAVA dua arah. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) pendekatan RME terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis; (2) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa dan siswi; dan (3) tidak ditemukan keterkaitan antara pendekatan RME dengan jenis kelamin terhadap kemampuan berpikir kritis.
Copyrights © 2026