Rendahnya pemahaman kader tentang pengelolaan posyandu terintegrasi serta tidak adanya pelatihan dalam lima tahun terakhir menjadi persoalan di Desa Sambangan dan Desa Kayu Putih, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam menjalankan posyandu terintegrasi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, diskusi, sesi tanya jawab, dan pendampingan di lapangan. Mitra kegiatan terdiri dari 45 kader posyandu, yakni 15 kader dari Desa Sambangan dan 30 kader dari Desa Kayu Putih. Evaluasi dilakukan dengan pre-test, post-test, serta observasi keterampilan kader saat pelaksanaan posyandu. Hasil menunjukkan rata-rata nilai kader meningkat dari 64,89 menjadi 78,67 atau naik sebesar 21,24%. Uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan (p-value 0,000). Selain itu, 90% kader telah mampu melaksanakan posyandu sesuai standar. Puskesmas dan pemerintah desa disarankan berkolaborasi untuk menjadikan pelatihan posyandu sebagai program rutin desa yang melibatkan puskesmas, sehingga kader dapat terus memperoleh pembaruan terkait pengelolaan posyandu.
Copyrights © 2026