Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan PhET Simulations terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMAN 10 Mataram. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling, sehingga diperoleh peserta didik kelas XI MIPA A sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan PhET Simulations dan peserta didik kelas XI MIPA C sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk penilaian pada ranah kognitif berupa tes soal pilihan ganda yang mengacu pada revisi taksonomi Bloom yang terdiri dari level C1 sampai dengan C6 sebanyak 25 butir soal setelah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, dan taraf kesukaran soal, dan untuk penilaian pada ranah afektif dan psikomotor berupa lembar observasi. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan statistika parametrik yaitu independent t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar ranah kognitif meningkat lebih tinggi pada kelas eksperimen (53,33 menjadi 75,26) dibandingkan kelas kontrol (50,30 menjadi 64). Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,050 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Nilai rata-rata afektif kelas eksperimen sebesar 3,422 dan kelas kontrol sebesar 3,192, sedangkan rata-rata psikomotorik kelas eksperimen sebesar 3,081 dan kelas kontrol sebesar 2,938. Perhitungan N-Gain menunjukkan peningkatan sedang pada kelas eksperimen (0,47) dan rendah pada kelas kontrol (0,28). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan PhET Simulations berpengaruh positif terhadap hasil belajar fisika peserta didik.
Copyrights © 2025