ABSTRAK Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dialami. Gangguan Kesehatan mental seperti kecemasan, stress dan depresi kian meningkat di kalangan remaja Indonesia. Kesejahteraan psikologis dan body image menjadi dua faktor yang sangat krusial tentunya mempengaruhi kondisi mental remaja. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental di SMAN 25 Kab. Tangerang. Metode Penelitian : bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 195 siswa/I kelas XI yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat yaitu chi-square untuk menunjukkan ada atau tidaknya korelasi antara variable bebas dan terikat. Hasil : hasil hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dengan kesehatan mental didapatkan p value (0,001) dan body image dengan Kesehatan mental diapatkan p value (0,001) kesimpulannya, kesejahteraan psikologis dan body image memiliki hubungan terhadap kesehatan mental remaja. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi SMAN 25 Kab. Tangerang dan peneliti selanjutnya dimana hasil penelitian dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperhatikan masalah terkait hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental pada remaja. Kata kunci: Kesejahteraan psikologis, body image, kesehatan mental, remaja ABSTRACT Background: Adolescents are an age group vulnerable to mental health disorders due to the physical, emotional, and social changes they experience. Mental health disorders such as anxiety, stress, and depression are increasing among Indonesian adolescents. Psychological well-being and body image are two crucial factors that undoubtedly influence adolescent mental health. Purpose : To determine the relationship between the level of psychological well-being and body image with mental health at SMAN 25 Tangerang Regency. Research Method : Quantitative with a descriptive correlation approach and cross-sectional design. The sample consisted of 195 students of grade XI selected using stratified random sampling. Data analysis in this study used bivariate analysis, namely Pearson chi-square, to show whether or not there is a correlation between the independent and dependent variables. Results: The relationship between psychological well-being and mental health obtained a p-value (0.00), and body image and mental health obtained a p- value (0.00). In conclusion, psychological well-being and body image are related to adolescent mental health. It is hoped that the results of this study will be useful for SMAN 25 Tangerang Regency and future researchers, where the rults of the study can be used as a consideration in addressing issues related to the relationship between psychological well-being and body image with mental health in adolescents. Keywords: Psychological well-being, body image, mental health, adolescen
Copyrights © 2026