Pendidikan karakter pada anak usia dini seringkali terjebak pada pendekatan instruktif yakni pengajaran nilai yang bersifat hafalan dan verbal, sehingga kurang menyentuh dimensi pengalaman hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan praktik Tou Limak dalam budaya Rote melalui lensa etika Kristen inkarnasional dan konsep pedagogi tubuh di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pendidik, orang tua dan tokoh adat di Rote, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tou Limak yang secara harfiah adalah memegang tangan / memegang manusia, bukan sekadar ritual budaya, melainkan sebuah pedagogi tubuh yang menanamkan nilai – nilai etis melalui gestur fisik yang konkret. Dimensi fisik seperti posisi tubuh yang sejajar, kontak mata dan jabat tangan serta bergandengan tangan menjadi medium inkarnasi nilai kasih (agape), kerendahan hati (kenosis), dan pengakuan martabat manusia (imago Dei). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi tubuh berbasis kearifan lokal efektif dalam membentuk karakter relasional anak yang inklusif dan empatik. Implikasi penelitian ini mendorong para pendidik PAUD Kristen untuk mengintegrasikan gestur budaya sebagai sarana dialog profetik dalam pembentukan moral anak di era digital.
Copyrights © 2026