Pendidikan kontemporer saat ini menghadapi tantangan besar berupa pergeseran ke arah pragmatisme yang hanya mengejar standar industri, sehingga sering kali mengabaikan martabat dan panggilan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat manusia sebagai Imago Dei (Gambar Allah) dan implikasinya dalam merumuskan praktik pendidikan yang humanis dan bermartabat di tengah tantangan era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui sintesis pemikiran teologis dan pedagogis, termasuk integrasi konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi Imago Dei memerlukan sinergi kolaboratif antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Keluarga sebagai institusi utama harus mampu menyeimbangkan peran kepemimpinan spiritual ayah dan regulasi emosi ibu secara neurologis guna membentengi jalur moral anak dari pengaruh negatif teknologi, sementara sekolah dan masyarakat berperan sebagai ekosistem pendukung membentuk karakter dalam setiap pribadi tanpa diskriminasi akademik maupun sosial. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa revitalisasi nilai Imago Dei melalui koordinasi keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan integritas spiritual. Dengan menempatkan Gambar Allah sebagai pusat orientasi, pendidikan tidak hanya menghasilkan kecerdasan akademis, tetapi juga memulihkan identitas serta panggilan eksistensial peserta didik dalam menjawab tantangan zaman yang dinamis.
Copyrights © 2025