Perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi sektor agribisnis, terutama pada usahatani padi sawah tadah hujan yang rentan terhadap variabilitas cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko perubahan iklim serta mengkaji efektivitas strategi adaptasi petani padi dalam menekan tingkat risiko tersebut di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Baktiya dan Lhoksukon dengan melibatkan 100 responden yang ditentukan melalui metode purposive sampling dan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis pemodelan risiko yang mengintegrasikan komponen bahaya dan kerentanan, serta didukung oleh analisis deskriptif untuk mengevaluasi strategi adaptasi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani (98%) berada pada kategori risiko rendah dengan rerata indeks risiko sebesar 0,32. Rendahnya tingkat risiko tersebut tidak mencerminkan rendahnya bahaya iklim, melainkan dipengaruhi oleh tingginya kapasitas adaptasi petani dalam menekan tingkat kerentanan. Strategi adaptasi yang terbukti efektif meliputi penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas benih adaptif, optimalisasi sistem irigasi, serta diversifikasi sumber nafkah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan strategi adaptasi berbasis lokal dalam meningkatkan resiliensi usahatani padi terhadap dampak perubahan iklim.
Copyrights © 2026