Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN JAMUR Trichoderma sp. SEBAGAI BIOFERTILIZER DAN BIOPESTISIDA DALAM BUDIDAYA KACANG TANAH DI KELOMPOK TANI INTI SARI KABUPATEN ACEH BARAT Weihan, Rayhan Amadius; Ulhaq, Riza; Suhendra, Noval; Andriani, Dewi; Rahmah, Tsamarah Nur; Rivaldi, Aldi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2818

Abstract

Budidaya kacang tanah di Desa Tegal Sari memiliki prospek menjanjikan, namun teknik konvensional berbasis pupuk dan pestisida kimia berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan. Trichoderma sp. berpotensi sebagai solusi ramah lingkungan melalui fungsi biofertilizer dan biopestisida. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan Trichoderma sp., sehingga mampu menerapkannya secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah secara berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Tegal Sari dalam memanfaatkan Trichoderma sp. secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif pertanian berbahan kimia. Hasil kegiatan ini adalah sosialisasi Trichoderma sp. di Desa Tegal Sari yang dihadiri penuh oleh perangkat desa dan seluruh anggota Kelompok Tani Inti Sari. Antusiasme tinggi dipicu relevansi topik dengan masalah gagal panen akibat penyakit tanaman. Pretest–posttest menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, rata-rata naik 52%. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan delapan pertanyaan substansial, dan berminat mengikuti pelatihan praktik lanjutan. Trichoderma sp. dinilai potensial sebagai biofertilizer dan biopestisida ramah lingkungan, mendorong program aplikatif untuk kemandirian petani dalam pertanian berkelanjutan.Hasil kegiatan sosialisasi menujukan adanya peningkatan pengetahuan petani dengan rerata sebesar 52% terkait pemanfaatan Trichoderma sp. sebagai biofertilizer dan biopestisida. Petani menunjukkan antusiasme dan inisiatif untuk mengaplikasikan Trichoderma sp. secara mandiri. Adanya program sosialisi ini terbukti dinilai secara efektif mendorong upaya budidaya kacang tanah lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Analisis Komparatif Penerapan Bioteknologi pada Padi dan Jagung di Indonesia Periode 2020–2025 Rahmah, Tsamarah Nur; Wahyuni, Dwi; Rahmah, Hanifa
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v10i2.24174

Abstract

Biotechnology plays a crucial role in addressing food security by enhancing production yields, optimizing the use of marginal land, and improving resistance to pests and diseases. However, the development of agricultural biotechnology research in Indonesia still lags significantly behind other countries. This study presents comparative information on biotechnology approaches applied to rice and corn variety development in Indonesia. The Narrative Literature Review (NLR) method was used, compiling secondary literature (journal articles/books) indexed in Google Scholar from 2020 to 2025 and integrating information on related topics through descriptive analysis. The study revealed that the application of biotechnology to rice variety development is more varied than to corn varieties. However, the application of biotechnology shares the same priority goal: producing superior rice and corn varieties in various aspects of the environment, quality, and durability. Complex policies, limited resources, and social accessibility are the main challenges facing biotechnology development in Indonesia.
Uji Adaptasi Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group ) pada Tanah Masam ANDRIANI, DEWI; Jekki Irawan; Mawaddah Putri Arisma Siregar; Tsamarah Nur Rahmah; Mayasari
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.174-180

Abstract

Shallot (Allium cepa var. aggregatum) is a high-value horticultural crop with significant economic importance in the culinary, health, and industrial sectors. The increasing market demand has driven eJorts to develop varieties that are adaptive to diverse environmental conditions. Of the more than 20 shallot varieties cultivated in Indonesia, only a few are capable of adapting to acidic soils. This study aimed to evaluate the adaptive capacity of three shallot varieties (Bima Brebes, Sanren, and Lokananta) in acidic soil conditions. The experiment was conducted on acidic soil using a non-factorial randomized complete block design (RCBD) with 9 replications, resulting in 27 experimental units. The results showed that all three varieties were able to grow on regosol soil with a soil pH value of 4.60 and significant differences were observed among the varieties for most growth parameters. Bima Brebes exhibited the highest performance at the final observation, with a plant height of 28.21 cm, 43.07 leaves, 9.69 tillers, 10.62 bulbs, 31.29 g bulb weight per clump, 40.96 g fresh bulb weight per plant, and 3.62 g dry bulb weight per plant. These findings suggest that Bima Brebes has strong potential as a superior variety for sustainable optimization of acidic soils. Keywords: Adaptation, Bima Brebes, Lokananta, Sanren
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Gampong Purwosari Kabupaten Nagan Raya Mardaleta Mardaleta; Munandar Munandar; Dewi Fithria; Maiza Duana; Yovhandra Ockta; Tya Ulfa; Ranita Suri Dewi; Salma Alfina Putri Nada; Kamalia Ulfa; Tsamarah Nur Rahmah; Wanda Ramadhana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 8, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v8i1.13550

Abstract

Food security issues in marginal villages such as Purwosari Village, Nagan Raya Regency, require a collaborative and sustainable multi-stakeholder approach. This village has the potential for local food sources such as tempeh, water spinach, spinach, and mustard greens, but faces challenges such as marginal land conditions, limited access to capital, and low utilization of promotional technology. The community service activity carried out by ORMAWA HIMAKESMAS of Teuku Umar University (UTU) aims to strengthen food security through participatory, educational, and innovative approaches. The program involved academics, village government, financial institutions (Bank Mustaqim), and the UTU Business Incubator through socialization, training, and interactive discussions. The materials delivered included balanced nutrition based on local food, Islamic financing using the musyarakah scheme, product promotion techniques through creative videos, and integrated village development planning. The results showed an increase in community knowledge regarding the utilization of local food and access to capital, as well as the establishment of a partnership model that can be replicated in other villages. Capacity building and support in terms of policy and infrastructure are key to sustainability. This collaboration between UTU and HIMAKESMAS demonstrates the importance of cross-sector synergy in building food self-sufficient, prosperous, and competitive villages.
Pemberdayaan PKK Gampong Lhok Seumot Melalui Diversifikasi Olahan Ikan Nila Menjadi Bakso Ikan Irham Maulana; Kamalia Ulfa; Zakki Muhtaram; Utari Azrani; Icha Tridayana; Nailis Salsabila; Sonya Elisabeth Silaen; Tsamarah Nur Rahmah; Azrina Sufi Nasution
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15301

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan PKK Gampong Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, melalui diversifikasi ikan nila hasil budidaya lokal menjadi bakso ikan. Permasalahan utama mitra adalah penjualan hasil budidaya dalam bentuk ikan segar sehingga nilai tambah masih rendah dan keterampilan pascapanen terbatas. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, praktik partisipatif pembuatan bakso ikan nila, pengemasan, pelabelan, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi. Peserta mampu mengikuti tahapan pemfiletan, penghalusan daging, pencampuran adonan, pembentukan, perebusan, dan pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat gizi ikan nila, peluang usaha olahan perikanan, prinsip higienitas, serta pentingnya kemasan dan label. Produk bakso ikan nila yang dihasilkan memiliki bentuk kompak, aroma khas ikan, tekstur kenyal, dan lebih siap dipasarkan dibandingkan ikan segar. Kendala yang masih perlu ditindaklanjuti meliputi ketersediaan peralatan produksi, perizinan pangan rumah tangga, konsistensi mutu, dan pemasaran digital. Kegiatan ini menjadi dasar pengembangan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Narrative Literature Review: Inovasi Teknik Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Indonesia, Efektivitas dan Tantangan: Narrative Literature Review: Innovation in Mangrove Ecosystem Rehabilitation Techniques in Indonesia, Effectiveness and Challenges Doani Anggi Safira; Syifa, Khozanah; Rahmah, Tsamarah Nur
Jurnal Silva Tropika Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.56868

Abstract

ABSTRACT Indonesia holds approximately 23% of the world's total mangrove area, making it the country with the largest mangrove extent globally. However, intensive conversion for aquaculture, agriculture, and coastal infrastructure development has resulted in substantial mangrove degradation, with an estimated loss of over 40% of the original mangrove cover over the past five decades. This literature review aims to compile, analyze, and synthesize mangrove rehabilitation techniques implemented across Indonesia from 2020 to 2025. The study applied a Narrative Literature Review (NLR) method using secondary literature indexed in Google Scholar. Results indicate that mangrove rehabilitation in Indonesia encompasses five principal approaches: (1) direct propagule and seedling planting, (2) transplantation techniques, (3) silvofishery-based rehabilitation, (4) permeable structure and bioengineering approaches, and (5) community-based participatory rehabilitation. Successful rehabilitation is contingent on appropriate site selection, hydrological assessment, species-site matching, and sustained post-planting monitoring. The integration of permeable structures to restore hydrological conditions in severely degraded sites has demonstrated promising outcomes, particularly in areas experiencing high wave energy. Community-based approaches showed higher long-term sustainability compared to top-down government programs. Key challenges include high seedling mortality on degraded mudflats, inadequate monitoring protocols, limited financial continuity, and insufficient community capacity building. Future programs should integrate ecological engineering with socio-economic dimensions and employ remote sensing and drone technologies for large-scale monitoring to ensure the long-term success of mangrove ecosystem recovery.   Keywords: community-based rehabilitation, Indonesia, mangrove, permeable structure, silvofishery   ABSTRAK Indonesia memiliki sekitar 23% dari total luasan mangrove dunia, menjadikannya negara dengan kawasan mangrove terluas di dunia. Namun, konversi intensif untuk tambak, pertanian, dan pembangunan infrastruktur pesisir telah mengakibatkan degradasi mangrove yang signifikan, dengan estimasi kehilangan lebih dari 40% tutupan mangrove asli dalam lima dekade terakhir. Literature review ini bertujuan untuk mengompilasi, menganalisis, dan menyintesis teknik rehabilitasi mangrove yang telah dilakukan di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature Review (NLR) dengan sumber literatur sekunder yang terindeks di Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove di Indonesia mencakup lima pendekatan utama: (1) penanaman langsung propagul dan bibit, (2) teknik transplantasi, (3) rehabilitasi berbasis silvofishery, (4) pendekatan struktur permeabel dan bioengineering, serta (5) rehabilitasi partisipatif berbasis masyarakat. Keberhasilan rehabilitasi bergantung pada pemilihan tapak yang tepat, penilaian hidrologi, kesesuaian jenis tapak, dan pemantauan pasca tanam yang berkelanjutan. Teknik struktur permeabel menunjukkan efektivitas tinggi di areal terdegradasi berat dengan energi gelombang tinggi, sedangkan pendekatan berbasis masyarakat menghasilkan keberlanjutan jangka panjang yang lebih baik. Tantangan utama mencakup tingginya mortalitas bibit, protokol pemantauan yang tidak memadai, keterbatasan pembiayaan, dan pemberdayaan masyarakat yang belum optimal. Program rehabilitasi ke depan perlu mengintegrasikan rekayasa ekologi dengan dimensi sosial-ekonomi serta teknologi pemantauan modern.   Kata kunci: Indonesia, mangrove, rehabilitasi berbasis masyarakat, silvofishery, struktur permeabel
Efektivitas Strategi Adaptasi Terhadap Tingkat Risiko Perubahan Iklim Pada Petani Padi Di Kabupaten Aceh Utara Irham Maulana; Utari Azrani; Tsamarah Nur Rahmah; Faisal Basyir
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 10, No 1 (2026): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v10i1.29845

Abstract

Perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi sektor agribisnis, terutama pada usahatani padi sawah tadah hujan yang rentan terhadap variabilitas cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko perubahan iklim serta mengkaji efektivitas strategi adaptasi petani padi dalam menekan tingkat risiko tersebut di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Baktiya dan Lhoksukon dengan melibatkan 100 responden yang ditentukan melalui metode purposive sampling dan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis pemodelan risiko yang mengintegrasikan komponen bahaya dan kerentanan, serta didukung oleh analisis deskriptif untuk mengevaluasi strategi adaptasi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani (98%) berada pada kategori risiko rendah dengan rerata indeks risiko sebesar 0,32. Rendahnya tingkat risiko tersebut tidak mencerminkan rendahnya bahaya iklim, melainkan dipengaruhi oleh tingginya kapasitas adaptasi petani dalam menekan tingkat kerentanan. Strategi adaptasi yang terbukti efektif meliputi penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas benih adaptif, optimalisasi sistem irigasi, serta diversifikasi sumber nafkah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan strategi adaptasi berbasis lokal dalam meningkatkan resiliensi usahatani padi terhadap dampak perubahan iklim.