Permintaan terhadap minyak atsiri terus meningkat setiap tahun sejalan dengan kemajuan industry modern di bidang kosmetik, pangan, farmaso, parfum, hingga aromaterapi. Minyak atsiri diperoleh dari tanaman beraroma yang salah satunya dapat berasal dari genus Mangifera. Salah satu spesies Mangifera yang merupakan tanaman endemic Kalimantan yang perlu dieksplorasi komponen minyak atsirinya adalah Binjai (Mangifera caesia). Riset ini dilaksanakan guna mengidentifikasi profil senyawa minyak atsiri pada daun binjai, baik dalam keadaan segar maupun yang telah layu. Metode analisis menggunakan Headspace Gas Chromatography Mass Spektrofotometry (HS-GC-MS) yang memungkinkan analisis senyawa volatile pada pelarut yang bersifat polar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada sampel daun segar terdapat 6 senyawa minyak atsiri dengan tiga konstituen utama yaitu Benzoic acid, 3,5-bis(1,1-dimethylethyl)-4-hydroxy- (44,68%), 4,6-Heptadiyn-3-one (30,84%), serta 5-Heptenal, 2,6-dimethyl- (17,66%). Sementara itu, pada sampel daun yang layu ditemukan 4 senyawa dengan tiga komponen dominan berupa 6-Hepten-3-one, 5-hydroxy-4-methyl- (24,5%), Benzoic acid, 3,5-bis(1,1-dimethylethyl)-4-hydroxy (22,67%), dan (1-Ethyl-2-methylpropyl)methylamine (15,73%). Hasil ini mengindikasikan adanya variasi kompisisi senyawa minyak atsiri pada daun binjai tergantung pada kondisi kesegaran bahan bakuny
Copyrights © 2026