Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal pada ekstremitas atas akibat penekanan nervus medianus di terowongan karpal yang dapat menimbulkan nyeri, parestesia, penurunan kekuatan otot, serta keterbatasan fungsi aktivitas. Kondisi ini sering dijumpai pada individu dengan aktivitas tangan berulang dan berpotensi menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan fisioterapi berbasis International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) pada pasien dengan Carpal Tunnel Syndrome unilateral. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 55 tahun dengan keluhan nyeri dan kesemutan pada pergelangan tangan kiri selama ±2,5 bulan. Pemeriksaan meliputi asesmen nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), lingkup gerak sendi (ROM), kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), serta fungsi aktivitas menggunakan Boston Carpal Tunnel Syndrome Questionnaire (BCTSQ). Intervensi fisioterapi diberikan selama tiga minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, meliputi ultrasound terapeutik, terapi manual, latihan ROM aktif, latihan penguatan genggaman, stretching, nerve gliding, tendon gliding exercise, serta edukasi ergonomi dan home exercise program. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan nyeri, peningkatan ROM palmar dan dorsal fleksi, peningkatan kekuatan otot fleksor dan ekstensor wrist, serta perbaikan fungsi aktivitas berdasarkan BCTSQ. Studi kasus ini menunjukkan bahwa asuhan fisioterapi berbasis ICF memberikan dampak positif terhadap perbaikan gejala dan fungsi pada pasien dengan Carpal Tunnel Syndrome unilateral.
Copyrights © 2026