Claim Missing Document
Check
Articles

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PASIEN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY DENGAN LATIHAN FISIK: SINGLE CASE STUDY Afita Aulia Isnaen Nur Riansyah; Totok Budi Santoso
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.409 KB)

Abstract

Diabetic peripheral neuropathy (DPN) ialah komplikasi umum yang berasal dari Diabetes Melitus (DM) jangka panjang yang merupakan penyakit progresif. Gejala DPN meliputi parestesia, hiperestesia, dan disestesia, serta beberapa pasien mengalami tanda-tanda neuropati (seperti rasa terbakar dan tertusuk-tusuk) sementara yang lain ada yang tidak memiliki tanda atau gejala. Memiliki banyak gangguan pada ekstremitas bawah seperti deformitas, penurunan rentang gerak, gangguan koordinasi dan keseimbangan, serta kelemahan otot yang dapat disebabkan oleh Diabetes Melitus. Dengan rutin melakukan terapi fisik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DPN serta dapat meringankan gejala neuropati diabetik, selain itu juga dapat meningkatkan kekuatan otot pada ekstremitas bawah, mobilitas sendi, keseimbangan, koordinasi dan fungsi fisik pada penerita Diabetic peripheral neuropathy.
Edukasi Penanganan Pertama Fisioterapi pada Cedera Olahraga di Komunitas Bola Voli Tri Asih Wulandari; Kamilia Malihah Nur Salsabila; Putri Sakinah KS; Nur Alfida; Ayu Sulistiani Dianingtyas; Totok Budi Santoso
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/educate.v2i2.2872

Abstract

Cedera olahraga merupakan cedera secara langsung maupun tidak langsung yang menimbulkan gangguan sistem muskuloskeletal yang terjadi akibat aktivitas olahraga. Salah satu permasalahan di komunitas bola voli Wirosari Sambong kabupaten Batang adalah Kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan akan terjadi cedera maupun penanganan cedera mengakibatkan sering pemain atau anggota mengalami cedera kemudian diurut. Pemahaman ini masih keliru dalam masyarakat dan para pemain komunitas bola voli Wirosari jika terjadi keseleo, terkilir, atau memar penanganannya yang dilakukan dengan memberikan balsem, krim panas, parem, dan diurut pijat. Oleh karena itu tim pengabdian memberikan penyuluhan terkait permasalahan tersebut. Metode yang digunakan yaitu dengan one group pre-post test yang dilaksanakan tanggal 6 Desember 2021. Hasil dari survei menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah pemberian edukasi diharapkan komunitas dapat melakukan manajemen penanganan pertama cedera sesuai dengan prosedur yang telah diberikan.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN SPINAL CORD INJURY DENGAN SPONDYLITIS TUBERCULOSIS POST PSF L2-L3 (ASIA A) DI RUMAH SAKIT ORTOPEDI PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA (A CASE STUDY) Viola Widyanita Mahardhika; Totok Budi Santoso; Prihantoro Larasati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Spinal Cord Injury (SCI) merupakan cidera saraf yang terjadi pada spinal cord atau medula spinalis dengan gejala fungsi (sensorik, motorik, dan otonom) yang terganggu hingga dapat menimbulkan kecacatan. Traumatik SCI merupakan SCI yang disebabkan oleh adanya trauma, paling banyak disebabkan oleh karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian maupun karena tindak kekerasan. Sedangkan Non-Traumatik SCI merupakan SCI yang terjadi karena sebab patologis seperti stenosis pada tulang belakang, adanya peradangan pada tulang belakang maupun penekanan oleh abses. Salah satu penyakit yang dapat menjadi sebab patologis terjadinta Non-Traumatik SCI adalah Spondilitis Tuberculosis. Case Presentation: Pasien dengan inisial Tn. FA berusia 31 tahun berjenis kelamin laki-laki dahulu bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik ban datang ke rumah sakit dengan menggunakan bed dan terlihat menggunakan kateter urin. Tingkat kesadaran pasien composmentis namun dalam melakukan aktivitasnya pasien bergantung dengan orang lain. Management and Outcome management: Intervensi pada penelitian ini menggunakan latihan aktif transfer ambulasi dan Activity Daily Living’s (ADL) Exercise. Conclusion: Pada kasus dan data yang telah dipaparkan diatas didapatkan bahwa terapi konvensional berupa latihan transfer ambulasi dan ADL Exercise pada pasien dengan SCI mampu menungkatkan kemampuan fungsional yang diukurdengan menggunakan SCI-FI.
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER DEXTRA (A CASE REPORT) Widi Rumpaka Wati; Totok Budi Santoso; Elif Nur Efendi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frozen shoulder atau “bahu beku” memiliki keluhan khas yaitu timbul nyeri area otot deltoid, ketidakmampuan untuk tidur pada sisi yang sakit, keterbatasan Lingkup Gerak Sendi (LGS) terutama gerakan internal rotasi dan eksternal rotasi. Hal ini, terjadi karena penebalan ligamen glenohumeral inferior superior dan ligamen coracohumeral (CHL). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas manajemen fisioterapi berupa mobilisasi scapula dan sendi bahu, Muscle Energy Technique (MET), aproksimasi sendi bahu, Contract Rilex Stretching (CRS), dan kompres es pada frozen shoulder dextra. Metode case report digunakan dalam penelitian ini pada pasien frozen shoulder dextra di Praktik Fisioterapi Magetan di bulan Oktober 2022. Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tingkat nyeri dan peningkatan LGS bahu kanan setelah pemberian intervensi selama 3 kali pertemuan
EFEKTIVITAS TERAPI LATIHAN PENGUATAN LUTUT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA KASUS OSGOOD SCHLATTER DISEASE (STUDI KASUS) Zahra Mahendra Umar; Totok Budi Santoso; Hakny Kusuma Maulana Arkan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i11.5480

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Osgood Schlatter Disease (OSD) adalah cedera kaki menyakitkan pada tuberositas tibialis yang disebabkan oleh regangan atau trauma berulang pada tendon otot quadriceps. Kondisi ini terjadi pada 1 dari 10 anak-anak dan remaja. OSD dapat terjadi dikarenakan aktivitas olahraga yang melibatkan regangan berulang seperti aktivitas melompat, jongkok, menendang dan berlari. Tujuan: mengetahui efektivitas terapi latihan penguatan lutut terhadap peningkatan kemampuan aktivitas fungsional pada kasus osgood schlatter disease. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus pada pasien osgood schlatter disease yang dilakukan di klinik sport injury life (SIL) Surakarta. Hasil: Pada pemberian terapi latihan penguatan lutut yang dilakukan sebanyak 3 kali menunjukkan hasil pengukuran nyeri dengan NRS yaitu kategori nyeri diam dengan score T1 dan T3 0/10, nyeri tekan dengan score T1 6/10 dan T3 3/10, nyeri gerak dengan score T1 4/10 dan T3 1/10. Pengukuran kekuatan otot dengan MMT didapatkan hasil kekuatan otot pada gerakan fleksi dan ekstensi knee dextra yaitu T1 4 dan T3 5. Pengukuran kemampuan aktivitas fungsional dengan kujala score Pada T1 yaitu 57% dan pada T3 meningkat menjadi 85%. Yang artinya pasien dapat menjalankan aktivitas fungsional yang lebih baik. Kesimpulan: Hasil dari penelitian Ini membuktikan bahwa terdapat efek dari terapi latihan penguatan lutut terhadap peningkatan kemampuan aktivtas fungsional pada kasus Osgood Schlatter Disease.
MANAGEMENT FISIOTERAPI PADA KASUS POST OP TFCC (TRIANGULAR FIBRO CARTILLAGE COMPLEX) SINISTRA DI KLINIK ARA PHYSIOTHERAPY TANGERANG Hilda Bramila Ratimaya; Totok Budi Santoso; Abdurrasyid Abdurrasyid
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 12: Mei 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i12.5625

Abstract

Introduction: Distal radius fracture is a type of fracture that usually occurs in the wrist. Generally it often occurs due to falling in a state of resting hands and usually occurs in children and the elderly. If a person falls on an outstretched arm, the hand will suddenly stiffen, and then cause the hand to twist and compress the forearm. The type of injury that occurs as a result of this condition depends on the age of the patient. Purpose: of this research is to find out the Physiotherapy Management in Left Left Post Op TFCC (Triangular Fibro Cartilage Complex) Cases. Methods: the patient is given Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Ultrasound and Wrist Exercise for 4 weeks. Results: the evaluation was carried out using the Numeric Rating Scale, Range Of Motion (ROM), Manual Muscle Testing. Conclusion: Based on the treatment of the left Post Op TFCC (Triangular Fibro Cartilage Complex) case by providing three intervention methods in the form of transcutaneous electrical nerve stimulation, ultrasound and wrsit exercise providing much more progress in overcoming the problems in this case
Efek Transcutaneous Electrical Stimulation (TENS) dan Stretching Terhadap Kasus Cervical Root Syndrome: Case Report Vina Rosida; Totok Budi Santoso; Taufik Anwar; Farid Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal KeFis - April 2022
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.398 KB)

Abstract

Introduction: Cervical root syndrome is a condition caused by irritation or compression of the cervical nerve roots by protrusion of the intervertebral disc with neck pain that radiates to the shoulder, upper arm or forearm, parasthesia and muscle weakness (spasm). Cervical root syndrome (CRS) refers to changes in the cervical spine and surrounding soft tissue with pain as the predominant symptom. Spasm of the muscles can cause pain and limitation of joint motion in the ligament filavum of the segment, pain occurs in the nerve roots that are compressed in a pattern that spreads along the sides of the arm. Objective: Management of physiotherapy in cases of cervical root syndrome (CRS) aims to reduce pain in the neck, so that it can increase the range of motion of the joints and increase functional activity. Methode: The measurement instrument used is the Neck Disabilty Index (NDI). Physiotherapy interventions in cases of cervical root syndrome are given in the form of: Transcutaneous Electrical Stimulation (TENS), and Stretching. Transcutaneous Electrical Stimulation (TENS) is a device used to stimulate analgesia and then sent to the entire surface of the skin to stimulate peripheral nerves through electrode pads. Results: After doing TENS and Stretching on the patient Mr. S has a complaint of feeling pain in the back of the neck when looking to the right accompanied by pain radiating to the point of tingling from the neck to the right hand side. After doing physiotherapy for 3 times using TENS, and stretching, it was found that there was an increase in muscle strength, a decrease in pain, and an increase in the activity of functional abilities. Conclusion: In this article, giving TENS and stretching 3 x per week can reduce pain, increase muscle strength, and increase the ability of functional activities.Keywords: Cervical Root Syndrome, TENS, Stretching
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENU SINISTRA DENGAN MODALITAS TENS, IR, DAN STRETCHING EXERCISE DI RS PKU MUHAMMADIYAH JATINOM Yulia Vionita; Totok Budi Santoso; Andika Yulian Marros; Farid Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal KeFis - April 2022
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.053 KB)

Abstract

Osteoarthritis Genu adalah salah satu penyakit yang mengenai sendi lutut akibat dari keausan progresif tulang rawan artikular dan merupakan salah satu penyebab utama kecacatan. Tujuan dari studi ini  untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan m. hamstring dan m. quadriceps, serta meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada kasus Osteoarthritis Genu Sinistra dengan modalitas TENS, IR dan Stretching Exercise. Desain studi ini dilakukan dengan cara melakukan interview dan observasional pada seorang pasien dengan kondisi osteoarthritis genu sinistra. Dari hasil yang diperoleh setelah dilakukan terapi sebanyak 7 kali didapatkan hasil penilaian nyeri pada lutut dengan nyeri diam T1 = 1 menjadi T6 = 0; nyeri tekan T1=4 menjadi T6=2; dan nyeri gerak T1 = 5 menjadi T6 = 3. Peningkatan kekuatan m. hamstring T1=4 menjadi T6=5 dan m. quadriceps T1 = 4 menjadi T6 = 5. Serta peningkatan kemampuan aktivitas fungsional yaitu T1 dengan skor 68 yang berarti ketergantungan berat menjadi T6 dengan skor 46 yang berarti kertergantungan sedang. Dengan demikian, pemberian modalitas TENS, IR dan Stretching Exercise pada kasus osteoarthritis genu sinistra menunjukkan adanya perkembangan pasien kearah perbaikan.Kata Kunci: osteoarthritis genu, TENS, IR, stretching exercise, ADL
Pengaruh Terapi Latihan Fase 1 Pada Kasus Median Meniscus Tear Knee Sinistra Di Klinik Esa Unggul : Studi kasus Wahyu Rizki Fajar Rabbani; Totok Budi Santoso; Faisal Isra Maulana
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal KeFis - Juli 2022
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.205 KB)

Abstract

Introduction: Meniscus tear is a condition where there is a tear or rupture of the cartilage that functions as a cushion or pressure reducer in the knee joint, meniscus injury has two types of causes, namely traumatic and degenerative. Signs and symptoms that often occur in meniscus tears are pain, subacute swelling, and mechanical symptoms such as friction, instability, limited range of motion, locking. The injury occurred due to a lot of activity. This study aims to determine the benefits of phase 1 exercise therapy in reducing pain, increasing the range of joint motion, increasing physical activity and functional ability in the case of the left median meniscus tear knee. After therapy for 3 meetings, the results were in the form of a decrease in motion pain which originally had motion pain having a value of 4 to a value of 2 and there was an increase in Manual Muscle Testing (MMT) in the extension movement of the left knee from the initial meeting of value 4 to a value of 5 and a change in Anthropometric examination on muscle atrophy increased in the tibial tuberosity which originally had a value of 33.5 cm, 36.8 cm, 39.8 cm to 33.5 cm, 37.5 cm, 40 cm the difference in anthropometry had 4 cm in the quadriceps . Increased physical activity and functional ability, with KOOS (Knee injury and Osteoarthritis Outcome Score), from a scoreof 79% to 94%. Therapy using Isometric Exercise and Exercise Therapy can accelerate pain reduction, increase muscle strength, and increase functional ability in Meniscus Tear conditions.Keywords: Meniscus Tear, Isometric Exercise and Exercise Therapy.
Efektifitas Pemberian Manual Terapi Dan Terapi Latihan Untuk Meningkatkan Kemampuan Fungsional Pada Penderita Osteoarthritis Knee: Case Report Wina Rohmadhani; Totok Budi Santoso; Sugijanto Sugijanto
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal KeFis - Juli 2022
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.729 KB)

Abstract

Knee Osteoarthritis (OA) is a condition that occurs in the knee joint which is a progressive degenerative disease. This case can occur in all joints, usually will be experienced by someone with the age of more than 45 years, this is due to cartilage. Symptoms that often arise are stiffness in the morning and there is also crepitus when making movements in the knee. The prevalence always increases dramatically with age, which is characterized by knee pain, reduced joint range of motion, and difficulty performing daily activities. In this case, the respondent experienced pain and stiffness in the right knee. This causes respondents to have difficulty in carrying out daily activities. In this study, researchers chose physiotherapy interventions in the form of manual therapy (Knee Oscillation Traction, Mulligan Mobilization With Movement (MWM) Knee Flexion-Extension, Patellofemoral Mobilization), exercise therapy (Strengthening Flexor-Extensor Knee, Isometric Hamstring Set, Calf Rise, Functional Exercise) , cryotherapy (cold compresses) to reduce pain and also increase functional activity in patients with Osteoarthritis Knee (OA). After 8 sessions of physiotherapy intervention, there was a decrease in pain and a decrease in the disability score experienced by the patient.Keywords: Knee Osteoarthritis, Therapy Manual, Exercise Therapy, Functional Ability, Pain Reduction
Co-Authors Abdurrasyid Abdurrasyid Adlina, Adlina Adnan Faris Naufal Afifatuzzahra, Sabina Afita Aulia Isnaen Nur Riansyah Alfida, Nur Anas Pradana Andika Yulian Marros Anggraini, Nadya Aquariza, Eliska Elok Aquariza, Eliska Elok Ardiyanto, Irfan Arianti, Bella Arieputra, Achmad Briliansyah Arif Pristianto Arzhuma Arza Lazuardy Asmarasikha, Aldila Lutfi Atik Hidayati Aulia Ayu Kusuma Wardani Aulia Rahmi Aulia Rahmi, Aulia Ayu Sulistiani Dianingtyas Az-Zahra, Fadhilah Chandra Arum Pramitha Cikiesa Ilham Faiz Desvita Savitri Kusuma Wardhani Dewangga, Mahendra Wahyu Dianingtyas, Ayu Sulistiani DWI YULIANTI Edy Waspada Elif Nur Efendi Elif Nur Efendi Ervianta, Widya Faaiza, Firya Zalfaazza Fahrizal, Dani Faisal Isra Maulana Farid Rahman Fazira, Elfa Risma Firdaus, Muhammad Yusuf Fitriani, Dessy Gemilang Gemilang Hakny Kusuma Maulana Arkan Hakny Maulana Hakny Maulana Hamidah, Nilam Nur Handayani, Dwi Putri Puspita Hanifah Dwi Nurma Hendra, Zulnanda Hilda Bramila Ratimaya Ilmi, Dhiki Fadhilah Irfan, Naufal Kamilia Malihah Nur Salsabila Khairullah, Fakhri Khairunnisa, Fatimah As-Syifa Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti, Kingkinnarti Kingkinnarti, Kingkinnarti Komalasari, Dwi Rosella KS, Putri Sakinah Larasati, Prihantoro lestari, sulis Marcelia, Riza Maulana, Jais Rizki Meir, Ruth Golda Melur Belinda Muhammad fauzan Muhammad Iqbal Ramadan Muhammad, Imam Fadli Musrifah, Indriyani Musyafa, Zafaf Nadeputri, Anindya Evan Salma Majiid Naim, Karimatun Niken Hertiana Wulandari Novita Sri Wulandari Nur Alfida Nurma, Hanifah Dwi Nurwahidah, Kamila Perdana, Suryo Saputra Pradana, Nur Widya Pradana, Nurwidya Prayitno, P Prihantoro Larasati Putra, Bima Lesmana Putri Sakinah KS Putri, Adelia Kurnia Putri, Leony Dewinta Putri, Thesa Arsita Putri, Yuanita Aisyah Ramadhani, Nanda Ayu Ramadhani, Raden Shafira Saniyyah Ramona, Dela Romadhona, Anggri Salma Muazzaroh Salsabila, Kamilia Malihah Nur Silaen, Nevada Bulandari Sugijanto - Syamsul Ari Wicaksono Tasya Ghea Amanda Taufik Anwar Taufik Eko Susilo Tiara Fairuz Firdausi Tri Asih Wulandari Vina Rosida Viola Widyanita Mahardhika Vira Silviana Ali Vitamara, Yohanna Vivian Jennie Diva Carissa Wahyu Rizki Fajar Rabbani Wahyu Tri Sudaryanto wahyuni wahyuni Wardani, Aulia Ayu Kusuma Waspada , Edy Widi Rumpaka Wati Widya Ervianta Widya Rustikarini Wijayanti, Wahyu Kusuma Wina Rohmadhani Wiyono Putra, Yosa Endrika Wulan, Ayundya Putri Antoko Wulandari, Tri Asih Yanuar, Reza Arshad Yngvie Salma Kirani Yulia Dewi Yulia Vionita Yuliza , Rosi Marcelia Zahra Mahendra Umar Zahra, Salma