Musculoskeletas disorders (MSDs) adalah kumpulan gejala atau kondisi yang berkaitan dengan jaringan otot, tulang rawan, tendon, sistem saraf, ligamen, struktur tulang, dan pembuluh darah. Pengrajin tenun sering terpaksa berada dalam posisi tubuh sama dalam waktu lama atau melakukan gerakan berulang, sehingga meningkatkan risiko MSDs. Faktor risiko keluhan MSDs meliputi faktor pekerjaan, individu, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletas disorders (MSDs) pada pengrajin tenun Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 73 pengrajin tenun yang diperoleh menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square, pengumpulan data dilakukan dengan mengombinasikan data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan postur kerja (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05), beban kerja (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05), lama kerja (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05), status gizi (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05) dengan keluhan MSDs. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara postur kerja, beban kerja, lama kerja dan status gizi dengan keluhan Musculoskeletas Disorders (MSDs).
Copyrights © 2026