Komunikasi persuasif dalam praktik kehumasan modern menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat meningkatnya skeptisisme publik dan derasnya arus informasi digital. Kondisi ini menuntut kerangka strategis yang mampu menjelaskan bagaimana pesan persuasif dapat membentuk citra dan kepercayaan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Elaboration Likelihood Model (ELM) dalam komunikasi kehumasan, mendeskripsikan kontribusi jalur sentral dan periferal terhadap pembentukan citra organisasi, serta menjelaskan perannya dalam membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan sistematis dengan sumber data sekunder dari artikel jurnal bereputasi, yang dianalisis menggunakan teknik content analysis secara induktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa jalur sentral berperan dalam membangun citra organisasi yang kuat melalui argumentasi yang rasional dan berbasis data, sedangkan jalur periferal berfungsi sebagai penguat afektif melalui isyarat simbolik dan kredibilitas sumber. Integrasi kedua jalur tersebut menghasilkan efek persuasif yang lebih efektif dalam memperkuat kepercayaan publik dibandingkan penggunaan secara terpisah. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pendekatan dual-route ELM secara terintegrasi, yang didukung oleh personalisasi pesan berbasis teknologi, merupakan strategi yang relevan dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan publik di era digital.
Copyrights © 2026