Citra organisasi yang terbentuk secara positif merupakan hasil dari rangkaian aktivitas komunikasi persuasif yang dirancang secara terencana, konsisten, dan didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap karakteristik psikologis audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Elaboration Likelihood Model (ELM) sebagai kerangka analisis yang komprehensif dalam komunikasi persuasif kehumasan, mengidentifikasi strategi komunikasi persuasif humas yang efektif dalam membangun citra organisasi, serta mengkaji faktor-faktor moderasi yang memengaruhi efektivitas strategi tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research), melalui penelusuran literatur ilmiah dari berbagai pangkalan data akademik terpercaya dalam rentang waktu 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa ELM terbukti relevan dan aplikatif sebagai kerangka analisis dalam komunikasi kehumasan, di mana jalur sentral dan jalur periferal bekerja secara berbeda sesuai dengan tingkat motivasi dan kapasitas kognitif audiens. Strategi komunikasi persuasif humas yang paling efektif adalah strategi yang mampu mengintegrasikan kredibilitas sumber, konsistensi pesan lintas saluran, serta penyesuaian tingkat elaborasi berdasarkan karakteristik audiens. Faktor-faktor moderasi utama yang teridentifikasi meliputi motivasi personal audiens, relevansi pesan, keterlibatan emosional, serta kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model konseptual terapan yang dapat menjadi pedoman bagi praktisi humas dalam merancang komunikasi persuasif yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan citra organisasi yang berkelanjutan.