Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi psikologis dan stres akademik pada mahasiswa sebagai bentuk kemampuan adaptasi dalam menghadapi tuntutan akademik di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari skala resiliensi psikologis yang mengacu pada Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) serta skala stres akademik dengan menggunakan model skala Likert. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat resiliensi pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan tingkat stres akademik berada pada kategori sedang. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara resiliensi psikologis dan stres akademik dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,45 dan nilai signifikansi p < 0,05, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat resiliensi psikologis mahasiswa maka semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi psikologis berperan sebagai faktor protektif yang membantu mahasiswa mengelola tekanan akademik serta meningkatkan kemampuan adaptasi dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik di lingkungan pendidikan tinggi. Kata Kunci: Resiliensi Psikologis, Stres Akademik, Mahasiswa, Adaptasi, Kesehatan Mental
Copyrights © 2025